Gelombang Tinggi Landa Perairan Laut Aceh, Transportasi Laut Tetap Beroperasi

Gelombang Tinggi Landa Perairan Laut Aceh, Transportasi Laut Tetap Beroperasi
Ilustrasi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Geologi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) mengeluarkan peringtan gelombang tinggi di sebagian wilayah perairan laut Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi kelas 1 Sultan Iskandar Muda, Zakaria, mengatakan saat ini sudah memasuki angin baratan yang memiliki kecepatan lebih tinggi di bandingkan angin timur. "Angin baratan ini berpengaruh pada tinggi gelombang," kata Zakaria, Selasa 15 Juni 2021.

Kata Zakaria seiring dengan perubahan arah angin, tinggi gelomang juga mengikuti sampai dengan awal September atau akhir Agustus.

Menurut data yang disebarkan BMKG, perkiraan wilayah perairan Utara Sabang pada 14 Juni mencapai 2,50-4,00, 15 Juni 2,50-4.00 dan 16 Juni 2.50-4,00. Selat Malaka Bagian Utara14 Juni 1.25-2.50, 15 Juni 1,25-2.50 dan 16 Juni 1.25-2.50, Peraiaran Sabang-Banda Aceh 0.50-1,25, 15 Juni 0.50-1.25 dan 0.50 – 1.25, Perairan Lhokseumawe 14 Juni mencapai 0.50 – 1.25, 15 Juni 0.50 – 1.25 dan 16 Juni 0.50 – 1.25.

Kemudian, perairan barat Aceh pada 14 JUni 2.50 – 4.00, 15  Juni 2.50 – 4.00 dan 16 Juni 2.50 – 4.00, perairan Meulaboh – Kepulauan Sinabang pada 14 Juni 1.25 – 2.50 , 15 Juni 1.25 – 2.50 dan 16 Juni 1.25 – 2.50, dan tinggi gelombang Samudera Hindia Barat Aceh mencapai pada 14 Juni 2.50 – 4.00, 15 Juni 2.50 – 4.00, dan pada 16 Juni 2.50 – 4.00. "Tinggi gelombangnya tidak setiap hari ada jeda-jeda," jelasnya.

Namun, kata Zakaria meski gelombang di perairan laut Sabang - Banda Aceh tinggi,  jasa untuk transportasi penyeberangan laut masih boleh dilakukan.

"Jasa penyeberangan lebih memantau situasi di lapangan, dan selalu waspada dengan membawa alat komunikasi yang lengkap dan alat keselamatan," tutupnya.

Sementara, berdasarkan pantauan KBA.ONE, pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue saat ini tampak sepi pengunjung.*** | AYU, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...