GeRAK Minta DPRA Bentuk Tim Khusus Awasi 15 Proyek Multiyears

GeRAK Minta DPRA Bentuk Tim Khusus Awasi 15 Proyek Multiyears
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani | Foto : ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan ketat terhadap 15 proyek Multi Years Contract (MYC) atau kontrak tahun jamak di Aceh.

"Proyek multiyears itu sangat perlu pengawasan yang ketat, dalam hal ini DPRA harus menggunakan kebijakan mereka untuk mengawasi, sehingga hasilnya berkualitas secara general," kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, kepada KBA.ONE, Selasa, 22 Juni 2021.

Sebelumnya, ungkap Askhalani, Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Simeulue saat kunjungan menemukan adanya dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juknis) yang telah ditetapkan dalam pembangunan proyek jalan lintas Sinabang-Sibigo yang merupakan proyek tahun multiyears.

Untuk diketahui, proyek dengan pagu Rp83 miliar dan nilai penawaran Rp76 miliar itu dimenangkan oleh PT. Aceh Lintas Sumatera, yang beralamat Gampong Paya Baro, Teunom, Aceh Jaya, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh.

"Untuk itu, proyek multiyears ini harus diawasi dengan ketat, karena mengingat proyek tersebut menggunakan skema yang sangat fantastis," tegasnya.

Menurutnya, seluruh konteks pembangunan multiyears harus mendapatkan perhatiaan khusus. Karena ini proyek strategis, untuk itu perlu juga mendapatkan perhatian yang strategis.

"Saya kecewa, karena hal itu tidak pernah terjadi, dibiarkan begitu saja, sibuk hanya ketika ada dugaan tindak pidana. Kita berharap proyek ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua," ungkap Askhalani.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah, mengatakan untuk saat ini DPRA belum bisa membentuk tim Pansus. Menurutnya, Pansus itu dibentuk berdasarkan aturannya setelah pengerjaan selesai.

"Inikan proyek multiyears sedang berjalan, jadi kita cukup dengan kunjungan kerja. Kalau ada permasalahan, baik material atau lain sebagainya, kita panggil pihak terkait," tutur Ali.

Komentar

Loading...