Gerhana Penumbra dapat Terjadi Tiga Kali dalam Setahun

Gerhana Penumbra dapat Terjadi Tiga Kali dalam Setahun
Gerhana bulan Penumbra | Foto: Komar, KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Fenomena gerhana bulan Penumbra yang terjadi di wilayah Indonesia, dapat terjadi di atas bayangan bumi dan juga di bawah bayangan bumi.

Hal itu disampaikan Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Aceh, Suhrawardi Ilyas kepada KBA.ONE, saat memantau gerhana bulan Penumbra di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Sabtu, 11 Januari 2020, mulai pukul 02.10 WIB hingga pukul 04.12 WIB.

Suhrawardi mengatakan bayangan bumi terdapat dua zona, yaitu zona yang benar-benar gelap diberi nama Umbra, dan zona buram (kabur) adalah Penumbra.

Perbedaan dari keduanya adalah, Umbra menyebabkan bulan tampak merah, dan berada di tengah tengah bayangan bumi. "Sedangkan Penumbra bulan tampak abu-abu seperti yang sudah kita saksikan tadi," jelasnya.

Selain itu, ketika terjadi gerhana Penumbra, bulan hanya tampak redup. Sedangkan Umbra bulan tertutup penuh oleh bayangan bumi.

Sementara itu, penggunaan Teleskop saat melihat Penumbra supaya bola bulan lebih terlihat jelas dari zona terang menuju ke zona redup. "Walaupun pada dasarnya jika di lihat langsung juga tidak masalah," ungkapnya.

Suhrawardi juga menjelaskan, dalam setahun Umbra dapat terjadi sampai tiga kali, dan gerhana penumbra tidak sama sekali. "Kadang-kadang juga bisa terjadi gerhana penumbra semuanya dalam setahun. Dalam setahun juga bisa terjadi sekali gerhana Umbra dan tiga kali gerhana Penumbra," ujarnya.

"Jadi jumlah muncul gerhana bulan itu dalam satu tahun antara empat kali sampai tujuh kali dalam setahun. Setiap tahunnya selalu terjadi gerhana bulan, hanya saja bisa jadi tidak terjadi di wilayah kita melainkan di wilayah lain," tutur Suhrawardi. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...