Giat Distanbun Aceh Kembangkan Sektor Perkebunan Kopi

Giat Distanbun Aceh Kembangkan Sektor Perkebunan Kopi
Kabid Perbenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan Distanbun Aceh, Cut Huzaimah bersama Ketua Asosiasi Kopi Indonesia Perwakilan Aceh, Iskandar, saat mengisi kegiatan sosialisasi kelembagaan benih kopi di Banda Aceh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Kegiatan sosialisasi kelembagaan benih kopi Aceh oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh diselenggarakan selama dua hari, sejak 27 hingga 28 November 2020 di salah satu Hotel berbintang di Banda Aceh memberikan nuansa saling membagi informasi sesama stakeholder atau pemangku kepentingan industri perkebunan kopi di Aceh.

Melalui kegiatan ini, tentu banyak masukan-masukan dan keluhan dari petani maupun pengusaha kopi di dataran tinggi Gayo dewasa ini, baik itu dari segi pembenihan, pengelolaan perkebunan maupun kualitas dari biji kopi.

Kepala Distanbun Aceh, melalui Kabid Perbenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan, Cut Huzaimah, mengatakan melalui kegiatan sosialisasi ini pihak distanbun Aceh mengumpulkan para pelaku usaha, termasuk penangkar kopi, pemerintah, akademisi terkait untuk membagas dan memberikan solusi yang terbaik untuk keberlanjutan kopi di Aceh.

Suasana kegiatan sosialisasi kelembagaan benih kopi Aceh di Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Ulfah

Distanbun Aceh memang lebih fokus kepada benih, kata dia, sampai saat ini pihaknya juga banyak memberikan bantuan kepada petani, seperti melakukan kegiatan pengembangan tanaman kopi, peremajaan kopi, rehabilitasi tanaman kopi, termasuk melakukan gerakan masal pemangkasan kopi.

"Sedangkan untuk pelaku usaha kopi, dikendalikan oleh Dinas Perindustrian Aceh. Mereka juga melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas dari hasil kopi," ungkap Cut Huzaimah kepada KBA.ONE, Sabtu 28 November 2020.

Selain itu, terkait batuan bibit kopi yang diberikan oleh Distanbun Aceh, pihaknya juga tidak pernah luput dengan memberikan tanaman naungan. "Tetapi untuk rehabilitasi, pihaknya tidak memberikan bantuan naungan, karena naungan sudah ada di dalamnya (kebun)," jelasnya.

Ia menginginkan kopi Gayo tetap berjaya dan lebih baik lagi ke depannya. Kemudian, ia juga berharap para petani tidak hanya menjual bahan baku dalam bentuk cherry, tetapi juga dalam bentuk olahan.

Sementara, Ketua Asosiasi Kopi Indonesia Perwakilan Aceh, Iskandar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan kegiatan ini sangat penting, karena ia ingin menghimpun semua masukan dari petani dan pengusaha kopi, maupun yang terlibat dengan kopi.

Pemateri saat menjelaskan terkait kelembagaan benih kopi Aceh. | Foto: Ist

Dengan masukan tersebut, kata dia, pihaknya akan meneruskan ke pemerintah, dalam hal ini pihak Kementerian Pertanian RI dan Distanbun Aceh terhadap perkembangan kopi dari hulu sampai hilir dengan tujuan mensejahterakan petani.

Untuk diketahui, Dewan Kopi adalah lembaga yang dibentuk oleh undang-undang, yang merupakan lembaga nirlaba, yang bertujuan memberikan masukan untuk perkembangan kopi agar petani lebih sejahtera.

Dalam kegiatan tersebut, Iskandar juga mengusulkan pembentukan model yang dibangun oleh pemerintah, yakni kelembagaan agro industri kopi.

"Dalam hal ini, pertama perguruan tinggi sangat beperan penting untuk melakukan riset. Kedua perbankan, ini untuk memudahkan dalam pembiayaan kebun para petani. Ketiga kemudian koperasi dan para pihak treger dari pada kopi ini, dan pemeritah. Karena petani menggerakan roda ekonomi di Aceh" imbuh Iskandar.

Kemudian, Ratna Rubandiah, Kasubbid Benih Tanaman Tahunan Penyegar Direktorat Perbenihan, Kementerian Pertanian RI, mengungkapkan hingga saat ini, pihak kementerian pertanian RI tetap memfasilitasi petani kopi seperti pengolahan pasca panen, mendukung kegiatan pembiayaan benih, melakukan budidaya dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

Untuk Aceh, ia menyampaikan akan menerima usalan pembentukan kebun sumber. Kebun sumber tersebut nantinya ditetapkan oleh tim yang dibentuk oleh pihak kementerian.

"Dengan adanya kebun tersebut, tidak perlu lagi jauh mencari benih. Untuk menghindari banyaknya biaya yang keluar dan kerusakan terhadap benih," kata Ratna.

Ratna berharap ke depan kopi di Aceh semakin diminati oleh pangsa pasar dunia dan produktivitasnya juga semakin tinggi.

Sebelumnya diberitakan, guna membangun perkebunan Aceh yang produktif, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah selama ini dan perlu diperkuat serta didukung oleh semua pihak, ujar Sekretaris Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia.

Suasana malam pembukaan kegiatan sosialisasi kelembagaan benih kopi Aceh. | Foto: Ist

Beberapa alternatif solusi lain yang disarankan adalah, Pertama, perbenihan. Guna meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan, tentunya harus diawali dengan menggunakan benih unggul bermutu, penggunaan sarana produksi yang tepat sesuai rekomendasi, dan penerapan sistem manajemen usaha tani yang sesuai.

Penyediaan benih unggul bermutu diharapkan memehuhi unsur enam tepat, yaitu tepat varietas atau klon, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu dan tempat yang tepat serta harga tepat di tingkat pengguna.

Untuk mendukung kegiatan penyediaan benih unggul bermutu perlu pembinaan terhadap para pelaku usaha produksi benih, pelatihan, serta sosialisasi peraturan terkait perbenihan, serta memperbanyak kebun sumber benih.***

Komentar

Loading...