GPIB akan Pantau Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Tangani Pelanggar Syariat Islam

GPIB akan Pantau Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Tangani Pelanggar Syariat Islam
GPIB dan Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh melakukan foto bersama. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Hukum Islam harus ditegakkan dengan seadil-adilnya. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa hukum Syariat Islam yang diterapkan di Kota Banda Aceh ini tebang pilih, tajam ke bawah, dan tumpul ke atas. 

Hal ini disampaikan Ketua Gerakan Pemuda Islam Bersatu (GPIB), Rio Arifirnando, Mahasiswa asal Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Program Studi Agama-Agama, saat  melakukan audiensi di Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Jumat 3 September 2021.

GPIB menilai, penegakan hukum pelanggaran Syariat Islam di Kota Banda Aceh saat ini tidak serius, karena itu harus ditegakkan secara serius dan tanpa memandang jabatan. 

Selain itu, Juru bicara GPIB, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, Kamal Rijal, juga mengatakan pergerakan audiensi ini dilakukan, karena banyaknya pelanggar Syariat Islam di Kota Banda Aceh yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. 

"Apalagi Aceh ini adalah provinsi yang berlandaskan dan mengamalkan nilai-nilai Syariat Islam. Jangan sampai qanun itu hanya dilihat-lihat saja," katanya. 

Dalam audiensi itu, GPIB menyampaikan beberapa tuntutan yaitu dalam pelaksanaan hukuman bagi pelanggar syariat Islam, bukan hanya ditujukan kepada pelaku pelanggar syariat Islam, seperti hukuman cambuk terhadap pelaku zina. Tetapi, Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, seharusnya juga menindak lanjut secara tegas dan mencabut surat izin kafe dan hotel yang melanggar syariat Islam agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

"GPIB akan terus-menerus memantau Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dalam menangani pelanggar Syariat Islam. Apabila tuntutan GPIB tidak dihiraukan, maka GPIB akan memobilisasi pergerakan yang lebih besar lagi," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Muhammad, menyampaikan di dalam pelaksanaan menangani pelanggaran Syariat Islam, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat maupun dari Pemerintah Aceh. 

Pihaknya akan merumuskan konsep untuk menangani pelanggar Syariat Islam di Kota Banda Aceh ini. Namun, juga tidak akan terealisasi apabila tidak adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat.

Karena itu, ia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan bersama-sama untuk bahu-membahu dalam menangani pelanggar Syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Kata Muhammad, syariat Islam berisi hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia, baik muslim maupun non muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini.

Sementara, Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, Safriadi, memaparkan bahwa dalam pelaksanaan menangani pelanggaran Syariat Islam di Kota Banda Aceh sudah dilakukan secara maksimal. 

Namun, tidak semua tempat bisa dijangkau, sehingga ada batasan yang dapat dilakukan mengenai wewenang serta kekuasaan dalam menangani pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh. "Akan tetapi, kami akan mengerahkan kemampuan kami untuk lebih maksimal," tuturnya. | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...