GPMI Kawal Anies Baswedan Jadi Capres 2024

GPMI Kawal Anies Baswedan Jadi Capres 2024
GPMI mengawal Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Provinsi Aceh mengawal Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden (capres) pada 2024 mendatang.

Ketua GPMI Aceh, Hamdani Hamid, menyampaikan pihaknya hanya memberi dukungan dan bekerja. Namun yang menentukan itu adalah para pemegang saham, dalam hal ini partai politik (parpol).

"Tanpa didukung dan dicalonkan oleh partai politik dengan menganut sistem hukum di Indonesia, tentu Anies Baswedan untuk menjadi kandidat saja itu susah," katanya, Kamis 28 Oktober 2021.

Tetapi apabila sudah lolos ke tahap calon dan adanya dukungan dari partai politik, tentu pihaknya menjadi garda terdepan untuk mengawal Anies agar senantiasa ketika bergerak itu terjamin dalam konteks narasi dan demokrasi, sehingga tidak dijadikan target untuk dihalang-halangi dalam menuju presiden 2024.

"Kita semua tahu bagaimana track record dari pada Gubernur DKI itu yang digadang-gadang oleh banyak orang, menjadi salah satu kandidat untuk ambil bagian di dalam pesta demokrasi yang Insya Allah akan berlangsung pada tahun 2024," ungkapnya.

Kata dia, walaupun ada yang mendukung, memfitnah, membully, tetapi tidak ada satu orang pun yang dibawa ke ranah hukum. Sehingga itu menjadi salah satu indikator bagaimana kita menilai bahwa solusi Anies Baswedan inilah jawaban untuk menentukan masa depan Indonesia pada tahun-tahun berikutnya.

Ia berharap supaya semua stakeholder dan komunitas yang ada untuk memberikan pencerahan-pencerahan serta melakukan counter opini dari apa yang sudah dilakukan oleh pihak buzzer, yang notabene juga mendapat luncuran dana dari berbagai pihak yang berkepentingan untuk menghalang Anies Baswedan menjadi calon.

"Oleh karena itu, kita semua yang hadir pada hari ini dari berbagai komunitas tentunya menjadi garda terdepan di dalam memberikan pencerahan dan penjelasan secara arif dan bijaksana," tuturnya.

Sementara, dari hasil komunikasi dengan Anies tidak terkecuali dengan semua parpol yang ada di Indonesia terutama di DKI Jakarta, ia sudah melakukan komunikasi politik baik didukung maupun tidak.

Menurutnya, silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam. Sehingga, ia selalu mengedepankan silaturahmi itu untuk membangun komunikasi-komunikasi. "Jadi untuk komunikasi itu sudah pasti," sambungnya.

"Bicara optimis, sebagai relawan kita harus bekerja secara optimis untuk sukses, enggak boleh coba-coba. Intinya harus siap dalam kondisi apapun untuk memberikan dukungan kepada Anies. Tentunya kerja relawan inilah yang menentukan," imbuhnya.

Menurutnya relawan ini yang akan tahu kantong-kantong suara yang perlu dikawal, dicari dukungan, dan diamankan baik dari proses pencoblosan hingga penentuan dan penetapan suara yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebutan untuk Aceh.* | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...