GPS Collar untuk Antisipasi Konflik Gajah dan Manusia

GPS Collar untuk Antisipasi Konflik Gajah dan Manusia
Proses pemasangan GPS Collar. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Timur - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, bekerjasama dengan Forum Konservasi Leuser (FKL),  memasang dua GPS Collar pada dua gajah liar berasal dari kelompok berbeda di Kabupaten Aceh Timur. 

Dalam siaran persnya, Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, menyebutkan masing-masing gajah itu dipasang di lokasi pedalaman Kecamatan Ranto Peureulak dan Kecamatan Bireum Bayeum, Kabupaten Aceh Timur.

“Kita pasang GPS itu untuk memudahkan memantau pergerakan gajah liar tersebut. Sehingga, begitu mendekati area pemukiman warga, gajah  langsung bisa dihalau,” sebut Sapto, Minggu 10 Maret 2019.

Dia menambahkan  pemasangan GPS juga untuk mengetahui jalur jelajah kelompok gajah tersebut. 

“Data jalur gajah ini bisa digunakan juga buat penyusunan tata ruang di Kabupaten Aceh Timur,” terangnya.

Koordinator Perlindungan Satwa Liar Forum Konservasi Leuser, Dedi Yansyah, mengatakan gajah yang dipasang GPS Collar itu habitatnya di dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Sebelum dilakukan penasangan GPS Collar, berhari-hari tim pencari melacak keberadaan gajah tersebut.

“Akhirnya kita temukan dan berhasil dipasang. Semoga ini membantu mengatasi konflik gajah dan manusia,” harapnya. Try Vanny

Komentar

Loading...