Gubernur Aceh: PORA XIV Pidie 2022 Butuh Anggaran Rp450 Miliar

Oleh ,
Gubernur Aceh: PORA XIV Pidie 2022 Butuh Anggaran Rp450 Miliar
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mencoba bermain tenis di lapangan tenis kompleks Baro Raya, Pidie. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Kebutuhan anggaran Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-XIV 2022 di Pidie sebesar Rp450 miliar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, usai menjajal lapangan tenis di kompleks Baro Raya, untuk persiapan PORA, Sabtu 23 Januari 2021.

Anggaran tersebut, kata Nova, tiga per empatnya akan ditalangi Pemerintah Aceh dan dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie dan seperempatnya akan diusahakan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.

"Intinya kebutuhan anggaran Rp450 miliar untuk PORA di Pidie terus diupayakan, baik dari sumber APBA maupun dari APBK Pidie dan dari pihak ketiga yang tidak mengikat, seperti BUMN atau BUMD dan sponsorship," katanya.

Untuk tahun 2020, pemerintah Aceh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) telah memberi bantuan keuangan sebanyak Rp20 miliar, guna membangun infrastruktur PORA. Sedangkan melalui APBA tahun 2021, disediakan sekitar Rp90 miliar dan akan diupayakan nanti pada APBA Perubahan.

Menurut gubernur, pelaksanaan PORA bukan saja sebatas keberhasilan event yang dilaksanakan di kabupaten, tetapi lebih berupa marwah Aceh secara keseluruhan. Karena selain PORA pada 2022, juga akan disusul Porwil dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pidie, M. Adam meneyebutkan sarana infrastruktur PORA di Pidie sudah ada yang rampung, seperti lapangan tenis di kompleks Baro Raya dan di sejumlah lokasi lain.

Untuk tahun 202, kata Adam, pihaknya akan dilanjutkan pembangunan sejumlah venue cabang olahraga yang telah direncanakan tahun ini.

Terkait lapangan tenis di kompleks Baro Raya, tanahnya merupakan aset balai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie yang telah merintis usaha penghibahan aset ke kementerian, agar nantinya semua fasilitas cabang olahraga tenis yang telah dibangun bisa menjadi aset daerah.

"Kita sedang melakukan upaya untuk meminta hibah aset di lokasi lapangan tenis ke kementerian terkait, agar nantinya menjadi aset Pemkab Pidie," ungkapnya.***

Komentar

Loading...