Gubernur Aceh Buka Musprov ke-V Apindo Aceh

Gubernur Aceh Buka Musprov ke-V Apindo Aceh
Pembukaan Musprov-V Apindo Aceh di Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aceh menyelenggarakan pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov-V) Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Aceh, di Ruang Utama Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa 12 Januari 2021.

Dalam sambutannya, DPP Aceh, Zuhaimi Agam melaporkan kepada Ketua Umum bahwa segala persiapan Musprov pada hari ini sudah selesai dilakukan. Adapun, Musprov-V yang berlangsung bertemakan Dunia Usaha Kuat, Aceh Hebat.

Zuhaimi Agam mengatakan bahwa saat ini Apindo membutuhkan kader estafet kepemimpinan di Aceh ini, dengan harapan memohon dukungan dari Gubernur Aceh dan seluruh dunia usaha di Aceh agar Apindo memiliki peran dan bisa membantu pembangunan ekonomi di Aceh, harapnya.

Sementara, Ketua Umum Apindo Hariyadi BS Sukamdani menuturkan Apindo sejak tahun 2008, yang lebih banyak berkonsentrasi di dalam dukungan industrial, upaya penciptaan lapangan kerja, dan kepentingan-kepentingan terkait investasi.

Selain itu, Hariyadi berharap dengan terbentuknya kepengurusan Apindo upaya untuk memperkenalkan potensi Aceh ini akan semakin intensif baik yang sifatnya investasi yang strategis tentunya pada modal maupun investasi terkait Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Bagi kami di Apindo sebetulnya sangat luas jaringan kita untuk mendorong UMKM. Ini salah satu yang akan saya titipkan kepada pengurus baru nanti memang UMKM ini menjadi fokus kita untuk dikembangkan secara maksimal di Aceh," jelasnya.

Selanjutnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musprov-V Apindo Aceh, kepada DPP Aceh.

"Saya bangga bahwa pengusaha di Aceh masih tetap eksis, sehat, dan bersemangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai pengusaha walaupun pandemi masih mendera bangsa kita," ucapnya berbangga.

Menurutnya, pemerintah sangat bahagia apabila para saudagar di Aceh kaya raya, karena dengan kekayaan itu akan membuka begitu banyak lapangan kerja serta dapat menghidupi banyaknya kepala keluarga dan kontribusi antara pembangunan bangsa tidak bisa dinafikan.

Nova menyebutkan pemerintah terus berupaya untuk menyejahterakan rakyatnya. Koridor yang paling signifikan untuk menyejahterakan rakyat tersebut dengan dunia usaha.

"Saya yakin lebih dari 85 persen, kenaikan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan itu terjadi karena investasi swasta bukan karena anggaran dari pemerintah," ungkapnya.

Suasana peresmian Musprov-V Apindo Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

Nova mengatakan pihaknya membuka seluas-luasnya keran investasi kepada calon-calon investor dan melakukan kemudahan-kemudahan yang sudah dinaungi oleh UU cipta kerja atau omnibuslaw dan telah berlaku meskipun ada pro-kontra atas terciptanya UU tersebut.

"Mudah-mudahan Covid -19 cepat berlalu di tahun ini selesai, Insya Allah atas izin Allah ada investasi besar-besaran yang akan terjadi khususnya di sektor minyak dan gas bumi," ungkapnya.

"Atas izin ketua umum dan semua yang hadir, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim Musyawarah Provinsi ke 5 DPP Apindo Aceh saya nyatakan resmi dibuka," ucapnya.

Untuk diketahui, Gubernur Aceh mengatakan pihaknya harus mengandalkan dunia usaha (private sector). "Karena kalau anggaran negara, semua kita tahu, bahwa di tahun 2020 itu refocusing dan realokasi yang terjadi mengakibatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) itu kan tidak 100 persen lagi terikuti sehingga target ekonomi terabaikan, sehingga kontraksi ekonomi kita kan jadi -0,11. Tetapi kita masih bersyukur karena minusnya masih relatif kecil," tuturnya.

Di tahun 2021, pemerintah tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatn Belanja Aceh (APBA) dan APBN karena negara sedang fokus kepada Covid -19 dan belum tahu kapan berakhirnya.

Dalam konteks tersebut, Nova berharap Apindo dengan semua anggotanya serta asosiasi lainnya dalam dunia usaha untuk lebih giat. "Dan, kalau memang itu dilakukan seperti kegiatan investasi, retail, dagang, dan jasa konstruksi. Jika dilakukan dengan sangat serius, kami akan mensuport apa pun itu termasuk kemungkinan akses ke bank," imbuhnya.

"Saya berharap kita akan cepat recoverynya ketimbang daerah lain di Indonesia," harapnya.

Panitia Daerah Apindo Aceh, Ramli, pihaknya mengajak semua unsur pengusaha Aceh untuk bergabung dengan Apindo Aceh.

"Kandidat-kandidat yang akan kita munculkan, akan kelihatan yang bisa dipercayai oleh dunia usaha Aceh sesuai dengan tema Dunia Usaha Kuat Aceh Hebat," ujarnya.

Maka dalam hal ini, dia berharap dengan terpilihnya kepengurusan baru dengan berkompetisi secara demokrasi sehingga akan lahir pemimpin-pemimpin Apindo terbaik di Aceh nanti yang dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

"Dulu tahun 2008 hanya sebatas ketenagakerjaan, sekarang kita akan beralih menjadi investasi. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Aceh bahwa investasi itu perlu dan membuka seluas-luasnya investor yang akan masuk ke Aceh," tutupnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Aceh, Ketua Umum Apindo Aceh, Pimpinan Apindo Pusat, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Kejati (Kejaksaan Tinggi), Kepala BI (Bank Indonesia) Kepala Perbankan, Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Kepala Dinas SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh) Provinsi Aceh, Perwakilan Asosiasi, Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) Apindo Aceh, Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo Aceh, Pengurus OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda), Pengurus Ormas (Organisasi Massa), unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), Serikat Pekerja, Pengusaha Aceh, dan elemen pejabat lainnya.

Untuk diketahui, susunan kepengurusan periode 2021-2026 dari arena Musprov DPP Apindo Aceh, Ketua Dewan Pertimbangan terpilih, Ketua Iskandarsyah Masjid. Sedangkan Pengurus yang terpilih sebagai Ketua Umum, H. Ramli, sedangkan pengurus lengkap akan disusun dalam waktu satu minggu.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...