H. Merah Sakti Sosok Wali Kota yang Loyalis dan Humoris

H. Merah Sakti Sosok Wali Kota yang Loyalis dan Humoris
Kenangan mantan Wali Kota Subulussalam bersama sahabatnya Alta Zaini | Foto : ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Alta Zaini, salah seorang sahabat karib Allahuyarham Mantan Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti Kombih, mengaku sangat berduka setelah mendapatkan informasi bahwa sahabat semasa kuliahnya itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Rabu, 8 September 2021, sekitar pukul 10.15 WIB.

Alta Zaini yang merupakan sahabat Allahuyarham Merah Sakti saat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Syiah Kuala (USK) Fakultas Hukum angkatan 1985 bercerita, baginya Merah merupakan sosok Wali Kota yang loyalis dan humoris.

"Saya bersaksi dengan nama Allah, Ya Allah, beliau baik sekali. Loyal, Royal dan Humoris. Tidak bisa lihat orang susah. Banyak membantu orang-orang yang kurang mampu," kata Alta yang juga Ketua Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Banda Aceh.

Dalam situasi apapun, tambah Alta, sang loyalis dari Kota 1001 air terjun itu tetap mementingkan kepentingan orang banyak. Bahkan, pada beberapa kesempatan meski sedang sangat sibuk semasa menjabat sebagai Wali Kota, Merah menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat.

“Suatu hari, di organisasi yang sama dengan saya Forum Silaturrahmi Delapan Lima FH USK (Forsadelima), beliau selalu membantu berbagai macam bantuan untuk anggota organisasi yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ada yang diberikan dana atau modal usaha. Begitulah cara beliau menghargai organisasi,” kenang Alta.

Kemudian, kata Alta, suami dari Info dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Golkar, Hj. Sartina, itu sangat mudah bergaul. "Pernah dulu diacara kenduri khitanan dan pesta anak beliau, saya diundang untuk memasak kuah beulangong sampai lima hari lima malam," ungkap Alta mengingat kebaikan sahabatnya itu.

Alta menyampaikan pernah pada suatu kesempatan dirinya diajak melihat langsung ruang makan pendopo Wali Kota saat Allahuyarham menjabat sebagai Wali Kota, disana selalu tersedia banyak makanan. "Siapa saja masyarakat yang mungkin tidak mempunyai uang untuk makan, bisa datang masuk ke pendopo untuk makan. Seperti tukang becak dan lain sebagainya," ujar Alta.

Selain itu, lanjut Alta, Merah atau akrab disapa olehnya Pak Ketua itu juga aktif berolahraga, seperti bermain bulu tangkis. Di aula rumah dinas Wali Kota selalu ramai yang bermain bulu tangkis saat sore hari kala itu. "Kalau datang ke Banda Aceh, slealu dihubungi teman-temannya untuk duduk minum-minum kopi atau beliau mengajak pergi memancing," ungkap Alta.

Menurut Alta, setiap pertemuan dengan Allahuyarham adalah momen yang paling menyenangkan. Sangat berkesan, apalagi saat bermain bulu tangkis. "Pernah beliau tidak bawa sepatu sport, kaus kaki dan celana pendek. Beliau meminta ajudannya untuk beli perlengkapan tersebut hanya karena ingin melawan bulu tangkis dengan saya," kenang Alta.

Kini, H. Merah Sakti telah pergi untuk selamanya. Kepergian orang yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan Kota Subulussalam tersebut meninggalkan luka mendalam bagi istrinya, Hj Sartina dan putra-putrinya.

"Ya Allah, semoga almarhum mendapat tempat disisi Allah dan dilapangkan kuburnya. Jenazah sudah dalam perjalanan sampai Sidikalang menuju Subulussalam untuk dikebumikan," tutur Alta.

Untuk diketahui, H. Merah Sakti Kombih, S.H. adalah wali kota Subulussalam dua periode yakni 2009–2014 dan terpilih kembali dan dilantik pada 5 Mei 2014.

Anara

Komentar

Loading...