Hadiah 17 Agustus, Aceh Tengah Lima Hari Kerja

Hadiah 17 Agustus, Aceh Tengah Lima Hari Kerja
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar | Foto : Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai berlakukan lima hari kerja untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di kabupaten berhawa sejuk itu. Hal itu dikatakan langsung oleh Bupati Shabela Abubakar usai pembentangan bendera merah putih di Danau Lut Tawar.

"Ini hadiah 17 Agustus untuk PNS, mulai besok 18 Agustus Aceh Tengah lima hari kerja,” kata Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Selasa 17 Agustus 2021.

Hal itu tertuang dalam Surat Peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 20 Tahun 2021 tanggal 16 Agustus 2021, tentang ketentuan hari dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab setempat. 

Untuk dinas vital tetap melakukan pelayanan, seperti BPBD, rumah sakit, dan puskesmas. "Bukan hanya ditujukan untuk PNS, namun untuk seluruh pegawai, baik kontrak dan honorer, untuk pelayanan kemasyarakatan tetap dibuka. Namun ada penambahan waktu kerja hingga pukul 16.30 WIB" kata Sekda Subhandy, kepada KBA.ONE. 

Diketahui, saat ini Pemkab Aceh Tengah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 2471 tahun 2021 terkait PPKM berbasis mikro level 3, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat kampung untuk penegendalian penyebaran wabah yang kian meresahkan masyarakat di tanah air.

Surat yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Tengah tertanggal 14 Agustus 2021 itu memberi ruang kepada masyarakat untuk membangkitkan kembali ekonomi, yang selama ini sedikit diperketat lantaran masuk dalam kategori zona merah.

“PPKM Mikro dibuka kembali dari nol persen menjadi 50 persen, kehidupan masyarakat kembali normal, namun jangan lupa tetap patuhi Protokol Kesehatan,” ungkap Shabela Abubakar kepada sejumlah awak media. 

Dalam surat edaran itu, pelaksanaan kegiatan perkantoran Pemkab Aceh Tengah dilakukan pembatasan dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen, dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen.

Shabela meminta semua pihak untuk kerja maksimal menurunkan angka penyebaran Covid-19, terutama sekali satgas di tingkat kampung. Menurut Shabela, aparatrur kampung lebih mengetahui warga yang baru masuk maupun warga yang terjangkit Covid-19.

“Aparatur kampung lebih paham dengan kondisi di kampung nya sendiri, kami minta, para reje untuk mengatur pemberlakukan PPKM yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19,” ajak Shabela.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh masyarakat di kabupaten itu tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara 5M (Menjaga jarak, rajin Mencuci tangan dengan air mengalir, Memakai masker, kurangi Mobilitas dan jauhi keruman). “Mari kita patuhi, hanya dengan cara ini mampu terhindar dari wabah tak kasat mata itu,” ajak Shabela berharap pandemi ini segera berlalu.

Anara

Komentar

Loading...