Haji Uma Minta Polda Aceh Kembali Usut Kasus Penimbunan LPG 3 Kg

Haji Uma Minta Polda Aceh Kembali Usut Kasus Penimbunan LPG 3 Kg
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman | Foto: reportaseglobal.com

KBA.ONE, Lhokseumawe - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma meminta pihak kepolisian Polda Aceh, untuk kembali mengusut kasus penimbunan gas elpiji ukuran tiga kilogram pada salah satu pangkalan di Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

“Saya akan secepatnya menyurati Kapolda Aceh, untuk meminta kasus penimbunan gas tersebut kembali diusut karena telah merugikan masyarakat banyak,” kata Sudirman, Rabu 6 November 2019.

Kepada Sudirman, Mursidah mengaku pangkalan tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2013, sekitar Rp360 juta uang rakyat hilang dipergunakan untuk kekayaan seseorang, indikator ini disinyalir olehnya ada ketumpangan.

"Hanya karna merusak gagang pintu, kasus ini dilaporkan dan menghabiskan begitu banyak tenaga masyarakat, ada apa sebenarnya dibalik semua ini," katanya.

Dia juga mengaku heran karena kasus penimbunan ini dihentikan oleh pihak kepolisian, seharusnya hukum harus ditegakkan dan kerugian negara harus diperanggung jawabkan.

Selain itu, faktanya pihak pertamina sudah mencabut izin pangkalan nakal tersebut. Hal ini tentu saja karena terdapat indikasi pelanggaran yang dilakukan dilakukan.

Menurut kesaksian Mursidah, saat kejadian itu ada sekitar 15 tabung gas elpiji tiga kilogram yang disita oleh aparat kepolisian. Dari dasar itulah pihak Pertamina membekukan dan mencabut izin pangkalan.

"Pencabutan izin itu menunjukan pembuktian yang valid bahwa adanya kesalahan yang dilakukan pihak pangkalan. Jadi tidak ada alasan jika disebut tidak cukup barang bukti,” ucapnya. ***

Komentar

Loading...