Hambalang, Proyek Olahraga Nasional yang Dikorupsi

Hambalang, Proyek Olahraga Nasional yang Dikorupsi
Salah satu bangunan di Hambalang yang direncanakan sebagai wisma atlet. | Foto: Cnnindonesia.com

KBA.ONE, Jakarta - Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang kembali disebut bakal dilanjutkan sebagai tempat pemusatan latihan atlet-atlet elite Indonesia setelah mangkrak bertahun-tahun.

Megaproyek Hambalang dicetuskan sejak 2003 ketika Kemenpora masih berbentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Olahraga di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek Hambalang dilatarbelakangi kebutuhan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga berkualitas.

Ada tiga daerah yang direkomendasikan sebagai lokasi pembangunan pusat olahraga tersebut. Sebelum Hambalang muncul, ada pula daerah Karang Pawitan dan Cariuk.

Pada 2004 sudah dibangun masjid, asrama, lapangan sepak bola dan pagar. Namun di sisi lain pengurusan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional belum selesai.

Setahun berselang perusahaan konsultan yang akan mengerjakan proyek Hambalang mendatangkan peneliti geologi dan diketahui struktur tanah Hambalang rapuh.

Semula proyek tersebut bukan bernama P3SON melainkan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Tingkat Nasional yang awalnya menjadi tempat pembibitan atlet usia dini dan remaja. Dalam perkembangannya pada 2006 nama P3SON muncul dan berganti menjadi pusat pelatihan bagi atlet-atlet elite yang akan berlaga di pentas internasional.

Perubahan nama sekaligus fungsi proyek Hambalang kemudian melejitkan angka proyek menjadi Rp2,5 triliun di masa Kementerian Pemuda dan Olahraga dipimpin Andi Alfian Mallarangeng. Menpora sebelumnya, Adhyaksa Dault, mengaku hanya mengajukan anggaran sebesar Rp125 miliar.

Longsor sempat terjadi di daerah Hambalang yang menimpa sebagian bangunan proyek P3SON pada 2011.

Selain asrama dan masjid, di kompleks olahraga seluas 32 hektare tersebut sudah berdiri sebuah gedung olahraga serbaguna yang kondisinya baru 50 persen. Hampir sebagian dari 25 bangunan yang rencananya digarap di kompleks olahraga Hambalang sudah sekitar 75 persen dibangun.

Pada 2012 Badan Pemeriksa Keuangan menemukan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan. Setahun kemudian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan vonis untuk Menpora Andi Mallarangeng, Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan beberapa pihak lain.

BPK menyebut total kerugian negara dari proyek Hambalang mencapai Rp706 miliar yang didapat dari hasil audit investigasi pada 2012 hingga 2013.

Pada Maret 2016, Presiden Joko Widodo sempat melihat proyek P3SON Hambalang yang tak terurus dan mempertimbangkan kelanjutan proyek.

Pada Juli 2020, Menpora menyebut telah mengantongi izin Jokowi untuk kembali menggunakan Hambalang. Selanjutnya pengerjaan sudah diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Belakangan pemerintah berencana membangkitkan kembali proyek kompleks olahraga Hambalang sebagai bagian dari agenda besar Desain Olahraga Nasional.

Komentar

Loading...