Hanyut Dipemandian Gunung Pandan, Dea Afrianda Ditemukan Tak Bernyawa

Hanyut Dipemandian Gunung Pandan, Dea Afrianda Ditemukan Tak Bernyawa
Evakuasi - Jasad Dea Afrianda dievakuasi setelah hilang selama 24 jam akibat terseret arus air dari lokasi wisata pemandian Gunung Pandan | Foto : ist.

KBA.ONE, Aceh Tamiang - Korban terseret arus pengunjung wisata alam pemandian gunung pandan kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang yang hanyut terseret arus banjir, Minggu 7 November 2021 sekitar Pukul 17.30 WIB telah ditemukan dengan kondisi tak bernyawa lagi.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Seherman kepada KBA.ONE menyebutkan, Dea Afrianda ditemukan di daerah aliran sungai (DAS) di Dusun Pakel Desa Selamat pada Senin 8 November 2021 sekira pukul 18.00 WIB setelah selama sehari semalam hilang.

"Jasad korban ditemukan didekat pantai sungai dengan posisi rambutnya sangkut terlilit dikayu", ujar Suherman kepada KBA.ONE melalui ponselnya.

Lebih lanjut lagi Herman menyebutkan, setelah dievakuasi oleh tim gabungan dari SAR Aceh Tamiang, TNI/Polri, PMI dan penduduk desa Selamat, jasad janda beranak satu itu langsung dibawa ke Puskesmas Simpang Kiri.

"Setelah itu jasad korban dibawah oleh orang tuanya beserta keluarga ke kampung halamannya di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat," terang Herman.

Masih menurut Herman, orang tua korban Dea Afrianda sudah berada di desa Selamat sejak pagi hari.

Suparmin, Kontributor Aceh KBA.ONE di Aceh Tamiang

Anara

Komentar

Loading...