Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd

Hardikda Aceh yang Berbeda

Hardikda Aceh yang Berbeda
Syaridin, Kadis Pendidikan Aceh | Foto: Potret Online

 KBA.ONE, Banda Aceh - Di tengah kesibukannya yang menyesak, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, masih sempat meluangkan waktu untuk melakukan sesi wawancara dengan tim penulis laporan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Provinsi Aceh ke-59.

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Syaridin adalah “laskar” terdepan yang paling berkompeten menyahuti derap langkah dan arah pendidikan Aceh di masa kini dan esok. Kebijakan-kebijakan Syaridin sebagai decision maker paling ditunggu banyak pihak. Dan seperti apa cara pandang Syaridin terhadap Hardikda Aceh, berikut potongan pemikirannya.

Hari Pendidikan Daerah atau Hardikda adalah perhelatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 2 September 2018. Untuk kali ini, Syaridin memastikan Hardikda Aceh akan berbeda dari biasanya. “Sebab pada momen hari pendidikan daerah ke 29 ini akan di-launching kurikulum baru pendidikan Aceh,” kata Syaridin.

Anak-Anak Sekolah Dasar Memperingati Hardikda Aceh ke-57 di Blang Padang | Foto: Antara/Ampelsa

Kurikulum Pendidikan Aceh ini, sebenarnya, sudah lama dipersiapkan. Tapi, menurut Syaridin, ada saja rintangan pelaksanaannya sehingga terus tertunda. “Semua membutuhankan kesepaktan secara konfrehensif,” ujar Syaridin, saat menerima Azhari Bahrul, tim penulis laporan Hardikda Aceh ke 29, di ruang kerjanya, kawasan Jalan Daud Beureu Eh, Banda Aceh, Rabu 29 Agustus 2018.

Kata Syaridin, launching kurikulum baru pendidikan Aceh itu isinya lebih banyak muatan Agama Islam. “Alhamdulillah telah mendapat persetujuan dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Syaridin.

Bicara membangun dan meningkatkan pendidikan adalah bicara kerja bersama. Semua pihak harus terlibat ambil peran mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, komite sekolah, manajemen penyelenggara dan masyarakat. “Kemajuan pendidikan kita tetap membutuhkan peran semua stake holder,” katanya.

Syaridin mendukung penuh Pemerintah Aceh yang memacu percepatan pembangunan dengan memangkas mata rantai birokrasi lewat pembentukan 20 cabang Dinas Pendidikan di kabupaten/kota di Aceh. “Ini dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan kita,” ungkap Syaridin.

Secara simultan, memang, melalui unit kerja yang ada, Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan kapasitas ribuan pendidik dan tenaga kependidikan. Harapannya adalah, kata Syaridin, dengan kehadiran guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi, kelak bisa melahirkan pendidikan berkreativitas dan memiliki kecerdasan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Apa saja kegiatan pada acara Hardikda 2 September 2018 nanti? Kata Syaridin, Hardikda Aceh ke 59 diawali dan dimeriahkan dengan acara puncak bersama unsur Forkompinda Aceh. “Di sinilah nanti Bapak Plt Gubernur Aceh me-launching kurikulum pendidikan Aceh,” jelas Syaridin.

Selain itu, kata Syaridin, akan ada Seminar Nasional tentang pendidikan khususnya terkait kurikulum pendidikan kekinian di Aceh dalam menyongsong Aceh Carong. Sebagai pembicara pada seminar itu adalah dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nasional serta dua pembicara dari Kampus yaitu Rektor Universitas Syiah Kuala dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Menurut Syaridin, hasil yang ingin diperoleh dari seminar itu adalah bagaimana menemukan solusi dalam upaya meningkatkan pendidikan dan mutu guru di Aceh dengan segala keterbatasan yang dihadapi khususnya menjelang pelaksanaan Ujian Nasional.

Selain seminar nasional, pada puncak acara hardikda juga akan diadakan lomba drum band dan marching band tingkat SMA/SMK se Provinsi Aceh memperebutkan piala Gubernur Aceh. Kemudian lomba paduan suara tingkat SMA/ SMK serta siswa SMP se Aceh dengan menampilkan lagu - lagu perjuangan dan lagu - lagu nasional.

Pada puncak acara Hardikda malam harinya, kata Syaridin, akan ada resepsi yang dihadiri para guru, kepala sekolah dan murid berprestasi. “Acara itu menjadi malam penganugerahan berbagai prestasi para guru dan pemberiah hadiah berbagai lomba,” kata Syaridin. ***

Komentar

Loading...