Hardikda ke 62, Komisi VI DPRA: Pendidikan Aceh Sudah Ada Kemajuan  

Hardikda ke 62, Komisi VI DPRA: Pendidikan Aceh Sudah Ada Kemajuan  
Ketua Komisi VI DPRA, Tgk H. Irawan Abdullah. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh – Bertepatan dengan memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke 62, Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk H. Irawan Abdullah, menyampaikan pendidikan di Aceh hari ini sudah mengalami kemajuan.

"Pendidikan di Aceh kita ini, kemajuan ada, tapi masih kurang signifikan. Mungkin karena terkendala teknis seperti kondisi dalam masa pandemi Covid-19," kata Irawan kepada KBA.ONE, Kamis, 2 September 2021.

Ia mengatakan yang paling penting untuk kemajuan pendidikan Aceh ke depan yaitu perlu adanya zonasi pendidikan. Khususnya, pada pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jangan semua SMK ada jurusan yang sama.

"Jangan semua SMK ada jurusan yang sama, misalnya seperti otomotif, tapi dipilih mana SMK yang sesuai dengan bidang kejuruan. Kemudian, kalau ada yang sudah maju dikembangkan lagi, dan kalau ada wilayah yang berpotensi maju dibuka jurusan itu di sana," ungkap Irawan.

Untuk itu, kata dia, Pemerintah Aceh perlu fokus terhadap zona pendidikan pada tingkat SMK.

Sementara, Irawan berharap semua kabupaten di Aceh ada sekolah boarding. Saat ini sekolah boarding hanya ada di Modal Bangsa (Mosa) dan Fajar Harapan di Banda Aceh. "Misal, ada satu sekolah boarding di Lhokseumawe, ada sekolah boarding di Bireuen, kemudian di kabupaten lain di Aceh. Jangan ketika mau masuk ke sekolah boarding semua ke Mosa dan Fajar Harapan," ucap Irawan.

Disisi lain, Irawan juga mengatakan agar terciptanya pendidikan Aceh yang baik, Disdik Aceh perlu melakukan evaluasi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Disdik Aceh sendiri, kemudian SDM guru di Aceh dan rekrutmen Kepala Sekolah (Kepsek) di Aceh.

"Disdik perlu melakukan evaluasi terhadap SDM yang ada di Disdik Aceh, termasuk guru dan rekrutmen kepala sekolah, supaya terciptanya pendidikan Aceh yang bermutu," tutur Politisi Partai Keeadilan Sejahtera (PKS) itu.

Anara

Komentar

Loading...