Harga Biji Pinang Kering di Pidie Cukup “Bergairah”

Oleh ,
Harga Biji Pinang Kering di Pidie Cukup “Bergairah”
Biji pinang. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie – Sejak Januari 2021, harga biji pinang kering di Pidie cukup “bergairah”, meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Kecamatan Padang Tiji, selaku sentara penghasil biji pinang yang berkuaitas di Pidie, harga di tingkat pengepul sejak Januari 2021 mencapai Rp17 ribu per kilogram (kg). Kemudian pada Maret harganya kembali terkoreksi pada level Rp18 ribu. Lalu pada Juni harganya mencapai Rp20 ribu per kg.

Tadak sampai di situ, harga biji pinang kering di Padang Tiji kembali meningkat dan mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus 2021 yaitu Rp 25 ribu per kg, meski sejak sepekan ini harga sedikit melemah menjadi Rp23 ribu.

Ariyuddin, pengepul hasil bumi UD. Ilham Jaya Padang Tiji, yang ditemui KBA.ONE, Jumat 27 Agustus 2021, mengatakan hasil produksi biji pinang kering Padang Tiji adalah kualitas baik (kuaitas ekspor), dibanding biji pinang kering dari Kecamatan Tangse, Simpang Tiga, dan Delima.

"Harga biji pinang kering produksi Padang Tiji, memang terus melonjak sejak Januari lalu, dan mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus ini," katanya.

Kata Ariyuddin, meningkatnya harga dipengaruhi kondisi pasar yang sangat fluktuatif, sehingga petani turut bergairah saat harga semakin kompetitif.

Selain biji pinang kering, UD.Ilham Jaya juga menampung biji kemiri kering dari petani dengan harga Rp5.500 per kg. Harga tersebut semakin baik setelah sebelumnya Rp4.500. "Selain harga biji pinang kering, harga kemiri pun mulai membaik pada Agustus ini," katanya.

Sebutnya, yang melemah adalah harga biji kakao kering dari Rp28 ribu, sebelumnya "terjun bebas" menjadi Rp 24 ribu per kg. 

"Harga tersebut dipicu oleh gagal panen di tingkat petani, karena dipengaruhi hama buah sehingga kualitas kakao menurun dan berdampak pada harga," ungkapnya.

Anara

Komentar

Loading...