Harga CPO Disebut Anjlok Sejak Awal Juni 2021

Harga CPO Disebut Anjlok Sejak Awal Juni 2021
Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah sejak awal Juni dengan harga rata-rata Rp9.863 per kg. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

KBA.ONE, Jakarta -- Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mulai melemah sejak awal Juni atau dihargai rata-rata Rp9.863 per kilogram (kg) sebagai dampak dari melemahnya harga minyak sawit di tengah meningkatnya produksi.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatra Utara Darma Sucipto mengatakan harga jual CPO sudah turun sejak awal Juni. Padahal, pada Januari hingga Mei tren harga CPO tren menguat.

Ia menyebut penurunan harga CPO dikarenakan terjadi penurunan tajam harga minyak kedelai di Amerika Serikat. Di tengah penurunan harga kedelai, produksi minyak sawit justru meningkat terutama di Malaysia.

Pemicu lainnya adalah kebijakan AS merevisi ketentuan penggunaan biofuels atau bahan bakar nabati untuk menyelamatkan kilang minyak bumi di AS agar tidak menimbulkan pengangguran.

Adapun harga CPO pada tender Kharisma Perusahaan Bersama Nusantara (KPBN) pada Januari rata-rata Rp9.746 per kg. Kemudian pada Februari dibanderil Rp9.760 per kg, Maret seharga Rp10. 347 per kg, April Rp10.794 per kg, dan Mei Rp11.486 per kg.

"Sebenarnya, harga CPO saat ini masih dalam keekonomian. Cuma karena sudah naik tinggi sebelumnya, penurunan harga saat ini membuat khawatir," ungkapnya seperti dilansir dari Antara, Senin (28/6).

Harapannya, harga CPO akan naik lagi walau diakuinya akan agak berat karena jumlah produksi yang masih besar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi menyebutkan pada Januari-April 2021 devisa dari barang lemak dan minyak hewan/nabati mengalami kenaikan dari US$929,43 juta menjadi US$1,51 miliar dari periode sama 2020.

Ia mengatakan kenaikan devisa dari minyak barang lemak dikarenakan kenaikan volume dan harga ekspor komoditas. Negara tujuan ekspor barang lemak dan minyak hewan/nabati Sumatera Utara terbesar adalah China, India, dan negara-negara di Eropa.

Dilansir dari laman Cnnindonesia.com

Komentar

Loading...