Harga Daging di Aceh Tengah Tembus Rp160 Ribu, Minat Pembeli Kurang

Harga Daging di Aceh Tengah Tembus Rp160 Ribu, Minat Pembeli Kurang
Suasana di lokasi penjual daging meugang di Pasar Impres Takengon tampak sepi, Senin 12 April 2021. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Tepat di hari meugang menjelang puasa Ramadan, harga daging di kabupaten Aceh Tengah berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp160 ribu.

Pedagang menyebutkan harga itu sampai saat ini masih bertahan, namun ada kemungkinan lain, jika menjelang asar masih belum terjual habis, pedagang berinisiatif akan menjual dengan harga miring.

loli Kurniawan, salah seorang penjual daging, mengaku hingga pukul 12.00 WIB, daging yang ia jual masih belum habis. Jika dibandingkan sebelum Covid-19 tahun lalu, pukul 10.00 WIB daging ukuran satu kerbau telah hangus terjual.

"Ini satu kerbau kecil pun belum habis terjual, sedangkan waktu sudah hampir siang. Alternatif lain, jika tidak habis kami lelang dengan harga miring, jika itupun tidak ada pembeli maka solusi lain kami tolak ke tukang bakso," kata Loli kepada KBA.ONE, Senin 12 April 2021 di Pasar Inpres Takengon.

Meski demikian, kata dia, meugang tahun ini ada perubahan sedikit animo pembeli dibandingkan pada hari raya Idul Adha tahun lalu. Begitu pun dengan meugang tahun 2020. "Masih lumayan meugang tahun lalu minat pembeli daripada meugang tahun ini," tambahnya.

Alasan lain, kata Loli, sedikit sepinya pembeli lantaran faktor ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah mayoritasnya adalah petani kopi tengah "menjerit". Selain kopi yang belum tiba masa panen, harganya pun dinilai masih mengalami penurunan.

"Ini mungkin penyebab sedikit sepi pembeli, kalau meugang sebelum Covid-19 tahun lalu, jam segini kami sudah pesan lagi kerbaunya, dan waktu itu bahkan kami pesan kerbau keluar," katanya.

Untuk tahun ini,kata dia, kerbau yang disembelih untuk kebutuhan meugang masih dari seputaran peternak yang ada di Aceh Tengah. "Kami pesan masih dari peternak kerbau di Aceh Tengah, ini pun belum habis," terang Loli.

Ia berharap pemkab melalui dinas terkait dapat menghandle para penjual daging jika pun daging yang mereka jual tidak habis, pemerintah dapat membelinya dengan harga yang miring.

"Harus ada inisiatif dari pemerintah, jika daging masih tersisa dan condong pedagang merugi. Pemerintah memborong daging kami meski harga miring," tutupnya.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...