Harga Emas di Banda Aceh Turun, Rp2,65 Juta per Mayam

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Rp2,65 Juta per Mayam
Ilustrasi |Foto: Liputan6.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Harga emas di Banda Aceh turun dari Rp2,95 juta menjadi Rp2,65 juta per mayam. Harga ini belum termasuk ongkos pembuatan.

Murizal, salah seorang pedagang emas di Banda Aceh, mengatakan turunnya harga emas membuat daya beli masyarakat meningkat dibandingkan sebelumnya. "Ini momen yang pas untuk membeli," katanya kepada KBA.ONE, Minggu 29 November 2020.

Saat ini, kata Murizal, banyak masyarakat membeli emas untuk berbagai keperluan, seperti mahar, invertasi, dan sebagainya. Sementara, seperti momen sekarang ini masyarakat lebih memilih untuk membeli daripada menjual emas.

Ia mengungkapkan faktor yang mempengaruhi murahnya harga emas karena sudah ditemukannya vaksin Covid-19 pada empat perusahaan di Amerika Serikat, juga akibat geopolitik dunia dan pemilihan Presiden Amerika beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi naik dan turunnya harga emas, seperti kondisi politik, ekonomi dunia, serta harga minyak mentah dunia. Ketiga hal tersebut bisa membuat harga emas semakin naik atau turun secara signifikan. Selain itu, perubahan kurs, suku bunga, jumlah supplay dan demand barang, serta laju inflasi yang tak terkendali.

Murizal juga menyampaikan kemungkinan besar ke depannya akan ada penurunan lagi, namun tidak dapat diprediksi.

Dilansir dari Tempo.co, harga emas dunia jeblok hingga di bawah US$ 1.800 per troy ounce seiring optimisme pelaku pasar terhadap prospek pemulihan ekonomi, diikuti penurunan harga emas di dalam negeri. Saat ini harga logam mulia tersebut sudah dibanderol di bawah Rp950.000 per gram.

Data Bloomberg menunjukkan harga emas comex untuk kontrak Februari 2021 turun 1,28 persen secara harian ke level US$ 1.788,10 per troy ounce. Bila dibandingkan pada rekor tertinggi pada Agustus 2020 lalu, harga emas kala itu mencapai US$ 2.000 per ounce, harga emas saat ini sudah sangat merosot.

Terkait hal ini, analis OANDA Craig Erlam memperkirakan harga emas yang menyentuh angka di bawah level kunci US$ 1.800 per troy ounce bakal memicu aksi jual. "Kemungkinan harga akan menguji level US$ 1.750, saat kami memiliki alasan fundamental yang kuat seperti vaksin," ucapnya.*** | Tasya, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...