Harga Kopi Gayo Merangkak Naik

Harga Kopi Gayo Merangkak Naik
Salah seorang petani Gayo asal Pegasing sedang memanen Kopi Arabika Gayo. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Kopi arabika Gayo mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir. Informasi itu merupakan kabar segar bagi para petani di kabupaten berhawa sejuk itu, lantaran hendak memasuki masa panen. 

Kenaikan harga ditaksir rata-rata Rp5 ribu per kilogram dari harga sebelumnya. Hal itu dikatakan Ketua Koperasi Kopi Wanita Gayo, Rizkani Ahmad, salah satu eksportir kopi di Aceh Tengah.

Katanya, kenaikan itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya merosotnya panen kopi di negara-negara penghasil kopi seperti Brazil dan Columbia. 

Begitupun dengan iklim, Aceh Tengah dan Bener Meriah tahun ini mengalami penurunan jumlah panen kopi akibat perubahan iklim. 

"Kemungkinan harga terus naik, karena ada beberapa negara seperti Brazil 40 persen lahan kopinya rusak akibat frost (cuaca ekstrem hujan es). Kemudian Colombia juga dipengaruhi cuaca ekstrem, karena hujan terus," ujar Rizkani Ahmad, Rabu 30 September 2021 kepada wartawan. 

Bahkan, saat ini harga kopi di pasar dunia memang sedang mengalami kenaikan. Ia menyebutkan untuk harga green bean asalan saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram dan DPT (dry proces) Rp68 ribu per kilogram. "Kalau sudah ready ekspor bisa sampai Rp70 ribu per kilogram. Jadi rata-rata naik Rp5 ribu per kilogram.

Menurutnya, produksi kopi di kedua daerah ini bisa berkurang 30 sampai 40 persen. Sementara panen raya diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2021. "Tahun kemarin curah hujan panjang, jadi kopi hanya daunnya saja yang bagus, buah tidak banyak," tutup Rizkani.

Anara

Komentar

Loading...