Harga Tiket Tsunami Cup Kemahalan

Harga Tiket Tsunami Cup Kemahalan
Logo Tsunami Cup. Sumber: daily blog

Tidak selayaknya perhelatan ini dipungut biaya. Seluruh anggaran penyelenggaraan even itu ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh - Turnamen Aceh World Solidarity Cup (AWSC), yang dijadwalkan berlangsung sejak 2 hingga 6 Desember 2017, terus menuai kritik. Selain penentuan tim nasional peserta kejuaraan yang dianggap tidak mewakili negara-negara yang terlibat pemulihan Aceh pacatsunami, harga tiket juga dinilai kemahalan.

"Buat saya, ini sebenarnya saran agar panitia tidak mengambil tiket bagi penonton ber-KTP Aceh. Sukur-sukur bisa digratiskan tanpa pengecualian," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Asrizal H Asnawi, Jumat, 24 November 2017.

Asrizal mengatakan tidak selayaknya perhelatan ini dipungut biaya karena dana yang digunakan untuk menyelenggarakan kejuaraan adalah Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Perubahan. Jika harus memungut, Asnawi menyarankan agar harga tiket dijual Rp 2.000.

Harga ini jelas tak sebanding dengan yang dibandrol panitia yaitu dari Rp50.000,- sampai Rp250.000,-. Asrizal berkeyakinan dengan tarif yang ditetapkan panitia tidak bisa dinikmati masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan. Tak hanya itu, masyarakat yang berada di luar Banda Aceh akan berpikir ulang untuk menyaksikan turnamen itu.

"Dengan tarif tiket yang ditetapkan saat ini, apa abang-abang becak bisa ikut menonton. Termasuk mereka yang dari kabupaten/kota tentu akan berpikir ulang," ujar Asrizal.

Asrizal juga menyorot jumlah tim nasional negara yang ambil bagian di ajang itu banyak negara-negara yang terlibat dalam proses pemulihan Aceh, tapi justru tidak ikut ambil bagian di ajang. Negara-negara yang terlibat dalam pemulihan Aceh, seperti Australia, Jepang, atau Amerika.

Asrizal mengatakan kegiatan AWSC harusnya dapat menghemat anggaran jika dipersiapkan dengan matang apalagi mengambil tema solidaritas negara-negara didunia dalam pemulihan Aceh saat tsunami. Tak hanya itu, jumlah negara-negara yang ambil bagian dipsatikan akan lebih banyak.

"Saya tidak tahu apakah kemampuan lobinya hanya segitu, atau persiapannya yang tidak matang tapi terkesan tergesa-gesa. Harusnya bisa lebih efisien apalagi namanya solidaritas. Seperti artis yang buat konser amal sehingga panitia tidak perlu menanggung biaya peserta yang meramaikan turnamen ini," ujar Asrizal.

Di sisi lain, Asrizal berharap panitia menjaga citra Gubernur Aceh di mata masyarakat yang selama ini dinilai peduli dengan kondisi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dia juga meminta panitia menulis sumber anggaran kegiatan dimaksud pada baliho serta spanduk sosialisasi kegiatan tersebut agar diketahui masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana AWSC, Zaini Yusuf, mengatakan ajang AWSC bukan ajang memperingati tsunami dan hura-hura, namun untuk memulihkan citra Aceh di dunia internasional. Meski bersumber dari APBA, panitia lanjut Zaini terpaksa menjual tiket karena PSSI tidak menyetujui ajang itu digratiskan. “Panitia terpaksa mengambil tiket dari masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan," kata adik kandung Irwandi Yusuf itu.

Komentar

Loading...