Hari Perempuan Sedunia, Peran Penting Perempuan dalam Pemenuhan HAM di Aceh

Hari Perempuan Sedunia, Peran Penting Perempuan dalam Pemenuhan HAM di Aceh
Pengelola Sekolah HAM Flower Aceh, Gabrina Rezky. | Foto. Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kaum milenials di Aceh mengagendakan kampanye aksi virtual International Women Day (IWD) 2021 dengan tema "Chooce to Challenge".

Kegiatan yang diisi dengan penampilan dari teater ronsokan, reportasi lapangan aktifitas diskusi yang terfokus anak muda itu diselenggarakan oleh Institut Ungu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, di Café Ivory, Seutui, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, pukul 09.25 hingga pukul 11.45 WIB.

Pengelola Sekolah Hak Asasi Manusia (HAM) Flower Aceh, Gabrina Rezky,
menyebutkan perempuan punya peran strategis dalam pemenuhan HAM di Aceh. Pada masa konflik perempuan di komunitas mengambil alih peran sosial ketika laki-laki meninggalkan desa untuk mencari perlindungan karena ancaman di masa konflik.

Selain itu, perempuan secara terorganisir mendorong penyelesaian konflik Aceh secara damai melalui pelaksanaan kongres perempuan Aceh atau dikenal dengan Duek Pakat Inong Aceh (DPIA) pada Febuari 2000 menghadirkan 437 orang perempuan dari berbagai wilayah di Aceh yang merekomendasikan penyelesaian Aceh secara damai.

”Hari ini, partisipasi gerakan perempuan berlanjut dengan berbagai aksi, pengorganisasian kelompok perempuan di desa, diskusi kritis untuk peningkatan kapasitas,membangun dukungan, kampanye dan advokasi terkait pemenuhan hak asasi perempuan dan HAM di Aceh,” imbuh Gaby.

Sementara itu, Direktur Institute Ungu, Faiza Mardzoeki, mengatakan ketika berbicara tentang Human Right hal yang tidak bisa ditinggalkan adalah perempuan. Karena perempuan menjadi bagian penting yang harus diperjuangkan hak-haknya.

"HAM dan perempuan juga tidak terlepas dari kebudayaan, keduanya saling mendukung. Kita bisa membicarakan HAM baik, kalau kebudayaan tidak baik," kata Faiza dalam webinarnya.

Menurutnya, isu HAM menjadi isu penting bagi generasi muda, terkhusus di Aceh. Aceh merupakan bagian penting dalam proses perjuangan bangsa Indonesia. Sebagaimana diketahui, Aceh pernah mengalami masa kelam tentang HAM.

"Harapan saya dengan adanya human right go to campus, isu human right juga bagian penting dari isu generasi muda. Karena kita tahu generasi muda adalah bagian yang penting dalam perjalanan bangsa ini," tegasnya.

Komentar

Loading...