Hindari Social Distancing, Kejari Aceh Tengah Gelar Aqubat Cambuk di Halaman Rutan

Hindari Social Distancing, Kejari Aceh Tengah Gelar Aqubat Cambuk di Halaman Rutan
Salah satu terpidana saat menerima uqubat cambuk di halaman Rutan Kelas II B Takengon. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Menghindari social distancing di tengah pandemi virus corona (covid-19), Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah menggelar ekseskusi uqubat cambuk terhadap pelanggaran Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di halaman Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Takengon, Rabu 6 Mei 2020.

Dari lima terpidana yang di eksekusi, AR, 26 tahun, mendapat 150 kali cambukan karena terbukti bersalah melakukan jarimah pemerkosaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Nislianudin, yang didampingi Kasatpol PP-WH Aceh Tengah Syahrial Apri, mengatakan AR telah menjalani masa tahanan selama 174 hari, dan penahanan paling lama 30 hari dikurangi satu kali cambukan.

"Maka terpidana AR dikurangi cambukan sebanyak 6 kali, total yang harus dijalani yaitu 144 kali cambuk,” kata Nislianudin.

Eksekusi cambuk yang diterima AR dibagi menjadi enam tahap, satu kali diterima AR sebanyak 24 kali cambuk. "Saat eksekusi AR tidak sedang menjalani Puasa," ungkapnya.

Sementara terpidana lainnya, yaitu JP, 19 tahun, dan RM, 34 tahun, keduanya terbukti bersalah melakukan jarimah ikhtilat terhadap anak di bawah umur. Kedua terpidana menjalani masa penahanan selama 127 hari, dan menerima 20 kali cambukan, namun dikurangi lima kali cambukan.

Selanjutnya, SA, 30 tahun, dan SA, 26 tahun, keduanya terbukti bersalah melakukan Jarimah Ikhtilath dan telah menjalani masa tahanan selama 71 hari, dan cambukan 20 kali. Namun keduanya menerima cambukan 17 kali setelah dikurangi tiga kali cambukan.

“Ini sebagai peringatan untuk masyarakat Aceh Tengah untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar syari’at, jika terbukti akan bernasip sama, dicambuk didepan umum,” terang Nislianudin.

Komentar

Loading...