Ibu Kota Uni Emirat Arab Lockdown Parsial Menjelang Idul Adha

Ibu Kota Uni Emirat Arab Lockdown Parsial Menjelang Idul Adha
Seorang pria Emirat mengenakan masker saat berjalan melewati gedung-gedung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab 1 September 2020. [REUTERS/Nir Elias/Pool/File Photo]

KBA.ONE, Jakarta - Komite Darurat, Krisis, dan Bencana Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada Kamis mengumumkan lockdown sebagian dan persyaratan masuk baru di emirat mulai 19 Juli, dari tengah malam hingga pukul 5 pagi, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran varian Covid-19. 

"Program Sterilisasi Nasional di Emirat telah diluncurkan...pergerakan lalu lintas dan masyarakat akan dibatasi dan tidak akan ada layanan transportasi dan masyarakat harus tinggal di rumah kecuali untuk keadaan darurat dan mendapatkan persediaan penting," cuit Twitter Komite pada Kamis, dikutip dari Reuters, 16 Juli 2021.

Penduduk Abu Dhabi harus tetap berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan penting, dari tengah malam hingga pukul 5 pagi mulai Senin besok, setelah pihak berwenang mengumumkan dimulainya kembali kampanye desinfeksi ekstensif untuk memerangi Covid-19.

Surat kabar Uni Emirat Arab The National melaporkan, anggota masyarakat hanya dapat meninggalkan rumah mereka selama periode ini untuk mendapatkan persediaan penting, seperti makanan dan obat-obatan.

Orang-orang harus mengajukan izin untuk meninggalkan rumah mereka dari Polisi Abu Dhabi. Izin bisa diperoleh secara online di situs web kepolisian Abu Dhabi.

"Sterilisasi akan dilakukan setiap hari antara tengah malam hingga pukul 5 pagi. Selama jam tersebut, pergerakan lalu lintas dan masyarakat akan dibatasi dan tidak akan ada layanan transportasi. Masyarakat harus tinggal di rumah kecuali benar-benar diperlukan untuk keluar, atau untuk mendapatkan persediaan penting, seperti makanan dan obat-obatan," kata kantor media Abu Dhabi.

Keputusan itu datang segera setelah komite darurat mengumumkan persyaratan baru untuk masuk ibu kota.

Komite menyetujui izin masuk ke emirat dalam waktu 48 jam setelah menerima hasil tes PCR negatif dan dalam waktu 24 jam setelah menerima hasil DPI negatif.

Mereka yang masuk setelah tes PCR harus tes lagi pada hari keempat masuk bagi mereka yang tinggal empat hari atau lebih, dan satu lagi pada hari kedelapan jika tinggal delapan hari atau lebih.

Mereka yang masuk dengan hasil DPI harus menjalani tes PCR pada hari ketiga masuk bagi mereka yang tinggal 48 jam atau lebih, dan satu lagi pada hari ketujuh jika mereka tinggal tujuh hari atau lebih.

Tes DPI tidak dapat digunakan untuk memasuki Abu Dhabi beberapa kali berturut-turut, dan prosedur ini berlaku untuk semua warga dan penduduk Uni Emirat Arab yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

Dilansir dari laman Tempo.co

Komentar

Loading...