Dari Seminar Kebangsaan di Unsyiah

Indonesia Sukses Adopsi Piagam Madinah

Indonesia Sukses Adopsi Piagam Madinah
Seminar kebangsaan di Unsyiah. | KBA.ONE: Icha.

KBA.ONE, Banda Aceh - Indonesia menjadi satu satunya negara yang sukses mengadopsi dan mengimplementasikan Piagam Madinah sebagai konstitusi dalam penerapan negara (Pancasila).

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Ahmad Najib Burhani (Peneliti Senior LIPI) pada Seminar Nasional Kebangsaan di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh, Senin, 5 November 2018.

Seminar ini mengangkat tema "Relasi Islam, Negara, dan Pancasila", menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya seperti Dr. Ahmad Najib Burhani, MA (Peneliti Senior LIPI), Dr. Rumadi Ahmad, MA (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Ulama Kharismatik Aceh), dan Maimun Saleh (Pimpinan Redaksi Harian Rakyat Aceh).

Najib menegaskan bahwa Piagam Madinah yang berisikan butir-butir perjanjian itu dibuat saat Rasulullah datang ke Madinah. Menariknya, kata Najib, dalam piagam tersebut Rasulullah tidak diposisikan pada status tertinggi baik di Islam maupun di semua agama dan keyakinan.

Semua agama dan keyakinan termasuk sistem kepercayaan pribumi, diterima sepenuhnya sebagai anggota negara dan diperlakukan setara di hadapan hukum. Tidak ada supremasi dan favoritisme terhadap Islam.

Tiga istilah ummah dalam dokumen ini tidak secara eksklusif dipahami sebagai komunitas muslim atau bangsa Islam.

"Menariknya, bahwa setiap keyakinan memiliki posisi yang sama dalam negara. Padahal saat itu Yahudi adalah kaum minoritas, namun diberi posisi yang sama juga," kata Najib Ahmad.

Najib Ahmad mengatakan Indonesia adalah negara yang memiliki umat muslim terbesar di dunia. Tapi, tegas Najib, Indonesia bukan negara Islam, juga bukan negara sekuler.

Dan itu jelas dikatakan dalam sila pertama Pancasila bahwa Indonesia adalah negara Pancasila yang religius dan bukan negara sekuler, tegas Najib. ***

Komentar

Loading...