Infeksi Varian Delta, WHO: Orang yang Sudah Vaksin tak Sakit Parah

Infeksi Varian Delta, WHO: Orang yang Sudah Vaksin tak Sakit Parah
Ilustrasi. | Foto: Tempo.co

KBA.ONE, Jakarta - Pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan masih banyak orang yang sudah divaksinasi lengkap tapi tetap terinfeksi Covid-19, khususnya varian Delta. Namun, meskipun terinfeksi, kata WHO, vaksin melindungi orang yang sudah divaksin dari sakit parah atau kematian.

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, menjelaskan, ada laporan yang masuk bahwa populasi yang divaksinasi memiliki kasus infeksi, terutama dengan varian delta. “Tapi, sebagian besar adalah infeksi ringan atau tanpa gejala,” ujar dia, seperti dikutip CNBC, Senin, 12 Juli 2021.

Meskipun begitu, kapasitas layanan kesehatan rawat inap di beberapa bagian dunia penuh, karena sebagian besar tingkat vaksinasinya rendah, ditambah dengan varian Delta yang sangat menular dan masuk dalam kategori variant of concern menurut WHO.

Di Amerika Serikat, para pejabat setempat menerangkan hampir semua rawat inap dan kematian akibat Covid-19 baru-baru ini terjadi di antara orang-orang yang tidak divaksinasi. Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, sekitar 75 persen orang yang meninggal atau dirawat di rumah sakit karena Covid-19 setelah vaksinasi berusia di atas 65 tahun.

Swaminathan memperingatkan bahwa orang yang divaksinasi masih bisa terinfeksi Covid-19 dan menularkannya kepada orang lain. Itulah sebabnya, kata dia, pejabat WHO mendesak orang untuk terus memakai masker dan menjaga jarak sosial.

"Tapi tentu saja itu mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian yang parah secara signifikan," tambahnya. 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan, varian Delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan kasus dan kematian baru. Namun, tidak di semua tempat mengalami pukulan yang sama.

"Kami berada di tengah-tengah pandemi dengan dua jalur yang berkembang, yaitu di berbagai kalangan dan antarnegara yang berbeda penanganan dan cakupan vaksinasinya,” tutur Tedros.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi memiliki lebih sedikit virus daripada mereka yang tidak divaksinasi, sehingga mengurangi risiko menularkan virus ke orang lain. Pejabat WHO mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak vaksin terhadap penularan.

Komentar

Loading...