Cara Supaya Tanggungan Utang Tak Berujung Maut

Cara Supaya Tanggungan Utang Tak Berujung Maut
Ilustrasi |Foto: Republika.co.id

Kasus yang cukup menggegerkan beberapa hari yang lalu, seorang istri, Aulia Kesuma mampu membunuh suami dan anak tirinya. Pembunuhan itu cukup sadis. Pertama istri memberikan obat tidur yang overdosis kepada kedua korbannya. Setelah meninggal, kedua jenazah dibawa ke dalam sebuah mobil dan dibakarlah mobil berserta jenazah di Sukabumi.

Motif dari pembunuhan itu bukanlah kemarahan, tetapi karena istri terlibat utang hampir 2 milyar itu tidak mampu membayar tunggakan bunganya yang tiap bulan mencapai 200 juta. Lalu istri mengajukan permintaan kepada suami untuk menjual rumahnya sebagai pembayar utang. Permintaan istri itu ditolak oleh suami. 

Lalu, istri pun merencanakan pembunuhan itu bersama anaknya dan dua orang bayarannya dan eksekusinya. Apakah ada motif kemarahan? Kelihatannya tidak karena dia dapat menceritakan dengan sangat tenang motif kejahatan yang dilakukannya dan merasa lega berhasil membunuh.

Apakah utang itu?
Utang itu muncul ketika seseorang berutang kepada orang lain atau perusahaan/bank. Ketika kita menerima uang yang merupakan "utang", kita harus membayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, termasuk di dalamnya bunga dan pokok utang. Umumnya orang berutang untuk konsumerisme. Sangat jarang orang menggunakan utang untuk investasi. Hampir sebagian besar utang konsumer untuk konsumsi bukan untuk investasi.

Adalah suatu konsep ekonomi yang menyatakan utang sebagai kebutuhan dana karena perbedaan waktu, contohnya tiba-tiba saya membutuhkan dana karena harus bayar rumah sakit hari ini, tetapi dana yang saya miliki dari gaji baru diterima 10 hari lagi. Untuk itu orang sering mengambil dana pinjaman instan .

Utang baik dan utang buruk:

Saya membatasi penjelasan soal utang ini hanya untuk utang pribadi saja bukan perusahaan. Utang pribadi tidak sekompleks dengan utang perusahaan.

Utang dapat disebut sebagai utang baik apabila orang yang berhutang menggunakan dananya itu untuk keperluan yang sifatnya produktif . Sebagai contoh orang yang berutang untuk mengambil pendidikan tinggi (S2) atau untuk membeli rumah.

Dalam pengambilan hutang ini ada unsur "secured loan" artinya pinjaman itu akan dikembalikan dengan jaminan potongan gaji orang yang ambil pendidikan tinggi, sedangkan untuk pinjaman rumah, semua dokumentasi dan sertifikat rumah itu masih dimiliki oleh bank istilahnya "mortgage" oleh bank sampai pengutang membayar lunas baru diproses balik nama.

Utang dianggap sebagai utang buruk apabila peminjam menggunakan pinjaman untuk keperluan konsumtif, beli mobil untuk mencari uang dengan online car, tetapi tidak diasuransikan dengan tepat sebagai "online car", ketika terjadi kecelakaan atau kehilangan, pihak asuransi tidak mengganti klaim. Akhirnya pemilik tidak mendapatkan apa-apa dan bahkan tidak bisa membayar utang karena mobilnya sudah rusak total atau hilang .

Contoh lain untuk membeli barang handphone baru dan tidak punya sifat produktif. Padahal, tidak memiliki cashflow yang memadai dan tidak bisa membayar tunggakan, akhirnya dikejar oleh debt collector.

Mengelola Utang:

Ada orang yang hidupnya dilingkari dengan utang artinya ketika utang pertama jatuh tempo, dia mengambil utang yang kedua untuk bayar utang pertama, terus berlanjut sehingga dia terjerat utang yang tak mampu dibayarnya.

Bayar utang dari jumlah yang kecil dulu:
Ada seorang pakar keuangan, Kalen Omo, seorang penasehat keuangan dari Tucson, Arizona mengatakan bahwa yang pertama yang harus kita lakukan dengan membuat list semua utang kita, mulai dari yang kecil sampai yang terbesar.

Bayarlah semua hutang seminimum mungkin kecuali yang utang kecil harus segera dilunasi. Inilah cara anada untuk mengatasi utang yang bertumpuk. 

Bayar utang tepat pada waktunya:
Utang kartu kredit perlu dibayar tepat waktu karena jika Anda tidak bayar tepat waktu, Anda akan dikenakan bunga berbunga dari prinsipal yang semakin besar jumlahnya.

Buatlah auto debit kepada bank jika anda bayar cicilan. Utang kartu kredit yang dibayar tepat waktu akan memberikan peringkat "credit score" apabila suatu ketika Anda membutuhkan kartu kredit dari bank lain yang melihat track record berdasarkan pengalaman cara Anda membayar sebelumnya.

Pakailah uang yang tersedia, sebanyak mungkin:
Berbeda prinsip dengan orang yang sering menggunakan kartu kredit untuk pembayaran dengan membayar dengan kas atau debit card. Ketika Anda membayar dengan tunai atau debit card yang segera mengurangi saldo Anda, maka hal ini membuat Anda berkurang keinginan membeli lebih banyak lagi.

Bukti bahwa seseorang yang punya "goal budget" dengan belanja secara tunai/debit card jauh lebih tercapai ketimbang mereka yang bayar dengan kartu kredit.

Mengukur Kemampuan Keuangan Anda:

Sebelum berutang, lebih baik dan cermat untuk menghitung terlebih dulu berapa biaya cost prinsipal dan bunga utang yang harus dibayar tiaip bulannya, apakah budget kemampuan bayar Anda bisa memenuhi hal itu? Jika terjadi sesuatu emergency, misalnya ada PHK, apakah ada dana yang disiapkan untuk mengembalikan utang itu.

Gaya hidup dikurangi:
Utang untuk mengikuti gaya hidup itu sama sekali tidak bermanfaat. Ketika orang yang sudah pensiun dimana pendapatan tetapnya sudah tidak ada lagi atau hanya separuhnya, lebih baik tidak berutang sama sekali. Anak-anak milenial berutang untuk beli motor dan mobil yang mewah untuk menyesuaikan dengan lingkungan temannya, dia akan terjerat dan terjerumus dalam utang yang harus dibayarnya

Monitor budget Anda:
Untuk mendapatkan keuangan yang rapi, kunci utamanya adalah mengatur dan menciptakan budget dan memonitor progres keuangan Anda. Setiap saat budget perlu dimonitor, terlebih saat Anda punya utang, berapa banyak kebiasaan belanja yang tidak bermanfaat.

Tujuan dari monitor ini adalah untuk menghindari "overspending" atau pengeluaran yang berlebihan. Kita akan mengetahui di mana larinya uang itu. Utamakan pembayaran utang baru setelah prioritas yang lainnya.

Komentar

Loading...