Ini Harapan Para Tokoh PSSB Bireuen 

Ini Harapan Para Tokoh PSSB Bireuen 
Sejumlah tokoh PSSB Bireuen, menikmati sore di bekas Stadion Cot Gapu yang telah rata dengan tanah, usai menonton latihan sepak bola, Senin 4 Oktober 2021 | Foto : WAKNEN JULI

KBA.ONE, Bireuen - Sejumlah tokoh sepak bola di Kabupaten Bireuen, berharap nama harum PSSB kembali bangkit menggetarkan kabupaten yang memiliki suporter berjuluk juang mania itu.

Sejumlah tokoh dimaksud antara lain Mustafa A Glanggang, mantan Ketua PSSB Bireuen 2002-2007, Tar Beuligat alias Abu Tata, Aziz Fandila alias Aziz Bengkel, Sofyan Ali alias Yan PT, T Burhanuddin Alias Tubur, Abdullah Amin dan beberapa tokoh lainnya, yang berbincang  di tengah Stadion Cot Gapu yang telah rata dengan tanah.

Banyak hal yang diungkapkan mulai dari sejarah berdirinya PSSB hingga pemindahan lokasi lapangan sepakbola, yang awalnya berada di Komplek Lapangan VOA kemudian dipindah ke Stadion Cot Gapu, hingga alih fungsi stadion menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang digagas Bupati Bireuen saat ini, Muzakkar A Gani.

Mustafa A Glanggang, dalam pertemuan itu mengilas balik nama besar PSSB diawali tahun 2006 dimana PSSB mendapatkan tiket promosi Divisi Utama Liga Nasional bersama klub Persija Jakarta, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, dan beberapa klub elite lainnya. 

"Kendati kemudian vakum selama tujuh tahun dan baru pada tahun 2020 kemarin,  PSSI Aceh menunjuk pengurus baru periode 2020-2025," kata mantan Bupati Bireuen itu.

Oleh karenanya, ia dan sejumlah tokoh yang hadir sore tadi itu berharap stadion Cot Gapu yang nantinya menjadi RTH Kabupaten Bireuen, tetap menjadi  home basenya PSSB, serta dikelola sebagiannya oleh PSSB. "Secara lisan kita sudah mendapat persetujuan dari bupati  terhadap pengelolaan ini," tambah Tar Beuligat.

Begitupun ia memastikan cikal bakal pembangunan stadion baru tetap harus ada di Kabupaten Bireuen, walaupun secara hukum dan legalitasnya merupakan milik Pemkab Bireuen. Apabila dalam tahun tahun mendatang tidak ada realisasi terkait stadion pengganti tersebut, Abu Tata mengaku pihaknya akan menuntut kembali pada Pemkab Bireuen.

"Secara hukum stadion ini memang milik pemerintah, namun kita berharap tetap ada stadion pengganti yang dibangun. Apabila dalam dua tahun ke depan tidak terealisasi, kami akan tuntut," tandas Sekum PSSB itu.

WAKNEN JULI/Kontributor Bireuen.

Anara

Komentar

Loading...