Ini Taktik Singapura Hadapi Virus Corona  

Ini Taktik Singapura Hadapi Virus Corona  
Iluatrasi pasien terpapar corona. | AFP

KBA.ONE, Jakarta -- Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan pemerintahannya telah memperlakukan pandemi virus corona (Covid-19) dengan sangat serius sejak awal.

Setelah menyaksikan apa yang terjadi di Wuhan, China, Lee mengatakan pihaknya telah mempersiapkan skenario terburuk.

"Kami mempersiapkan orang-orang kami. Bahkan, kami telah mempersiapkan ini sejak SARS, yang 17 tahun lalu," ungkapnya.

Ia menilai, strategi kontroversial yakni membuat komunitas terinfeksi dan membangun kekebalan terhadap virus merupakan salah satu cara yang sangat menyakitkan, karena sebagian besar penduduk harus terinfeksi.

Menurutnya, cara lain lebih manusiawi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan perawatan dan vaksin terhadap Covid-19, walaupun berpotensi akan memakan waktu lebih lama.

"Satu-satunya cara yang terlihat adalah memiliki perawatan atau vaksin yang efektif. Itu agak jauh, tetapi banyak orang yang sangat pintar bekerja sangat keras untuk itu. Saya hanya bisa berharap dan berdoa bahwa mereka akan membuat beberapa kemajuan segera," jelasnya.

Lee menganggap dalam pertempuran melawan virus, kepercayaan dan transparansi adalah kunci utama. Ia merasa masyarakat harus mengetahui situasi yang terjadi, dan pemerintah harus bersikap transparan dalam menjelaskan situasi tersebut.

Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah sehingga penyebaran virus dapat ditekan lebih mudah.

"Kami transparan. Jika ada kabar buruk, kami beri tahu. Jika ada hal-hal yang perlu dilakukan, kami juga memberi tahu Anda. Saya pikir Anda harus mempertahankan kepercayaan itu karena jika orang tidak mempercayai Anda, bahkan jika Anda memiliki langkah yang tepat, akan sangat sulit untuk menerapkannya," kata dia.

Dalam proses memetakan virus, ia mengatakan pemerintah Singapura tidak menggunakan data telepon untuk melakukan pelacakan kontak, melainkan memeriksanya secara langsung layaknya detektif konvensional.

"Kami mewawancarai orang-orang, bertanya kepada mereka, mewawancarai mereka, melacak kontak mereka, mewawancarai kontak mereka, mencoba menyatukan cerita. Kami berharap mendapatkan jawaban cepat dalam beberapa jam, tapi kami menyelidiki kasus itu selama berhari-hari untuk dicoba dijabarkan, pasien berbicara dengan siapa dan siapa yang mungkin memberikan virus kepada siapa," jelasnya.

Dia kemudian menggambarkan bagaimana Covid-19 telah melumpuhkan industri penerbangan dan pariwisata, mengganggu rantai pasokan dan ekonomi. Lee merasa akan butuh waktu cukup lama untuk memperbaiki situasi tersebut, yang akan sangat bergantung pada kembalinya sosialisasi normal.

"Saya tidak melihat itu (sektor industri dan ekonomi stabil) terjadi kembali sampai orang-orang memperoleh kepercayaan bahwa mereka memiliki pengaruh terhadap virus, bahwa semua dapat melanjutkan sosialisasi normal, perjalanan normal, hubungan manusia normal. Saya pikir itu akan memakan waktu cukup lama," ujarnya.

Lee juga mengingatkan dunia untuk mempersiapkan diri dalam pertempuran panjang melawan virus corona. Ia menyebut, hanya diperlukan waktu beberapa tahun saja bagi virus corona untuk dapat menjangkau seluruh dunia.

"Pada saat itu (Covid-19) terjadi di seluruh dunia, dan akhirnya berjalan dengan sendirinya, saya pikir itu (perlu) beberapa tahun, kecuali sesuatu terjadi untuk membatalkan proses itu," kata Lee, berdasarkan wawancara CNN.

Lee tidak melihat pandemi menghilang dalam beberapa bulan, dan memprediksi penyebaran virus akan menjalar ke bagian lain dunia seperti India, Afrika, Asia Tenggara dan Amerika Latin dalam beberapa waktu ke depan. Untuk menanggulangi hal tersebut, Ia merasa setiap negara perlu bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi virus.

"Saya pikir dunia berada dalam situasi yang sangat sulit, dan hal paling konstruktif sekarang untuk melihat ke depan dan menemukan cara terbaik untuk bergerak maju dan menangani masalah yang dihadapi sekarang," ungkapnya.

(CNN Indonesia/Fajrian)

Lee menambahkan, peran serta Amerika Serikat dan akan sangat membantu dalam keadaan krisis saat ini. Dunia telah sangat diuntungkan oleh kepemimpinan AS dalam krisis seperti ini selama beberapa dekade. AS, tambahnya, memiliki sumber daya, sains, pengaruh, kekuatan lunak, dan rekam jejak dalam menangani masalah ini secara meyakinkan.

"Sangat disayangkan untuk tidak menggunakan sumber daya itu untuk bekerja sekarang, untuk menghadapi tantangan yang sangat berat bagi umat manusia," ujarnya.

Ia meminta AS dan China untuk saling untuk bekerja sama dalam memerangi pandemi, terlepas dari rivalitas perekonomian yang selama ini berlangsung.

"Ini adalah situasi yang paling disayangkan. Maksud saya, hubungan AS-Cina telah rumit bahkan sebelum virus ini. Tetapi jika kita akan berurusan dengan virus ini, Anda harus membuat semua negara bekerja sama, di khususnya, AS dan Cina," ujar Lee. (ara/ayp)

Komentar

Loading...