Inilah Pakat, Rotan yang Dijadikan Takjil

Inilah Pakat, Rotan yang Dijadikan Takjil
Pedagang pakat di Jalan Letda Sudjono Medan. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Pucuk rotan diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh seperti mengobati hipertensi dan menambah stamina tubuh.

Di bulan suci Ramadan, membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa yang biasa disebut takjil, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim di Indonesia. Tidak seperti bulan-bulan lainnya, pada bulan puasa banyak pedagang musiman yang menjual berbagai macam makanan dan minuman seperti kue basah, gorengan, mie pecal, anyang, kolak durian, es buah, dan lainnya. 

Mungkin nama-nama makanan dan minuman tersebut tidak asing di telinga. Tapi pernah kah terpikir untuk menjadikan rotan sebagai menu berbuka puasa? Rotan yang biasanya sebagi bahan baku dalam pembuatan perabot rumah tangga, di Sumatera Utara justru dijadikan salah satu menu makanan. Namun tidak perlu khawatir, rotan yang dimaksud adalah rotan muda. Yang diambil merupakan bagian pucuknya. Maka, teksturnya tidak keras seperti rotan yang dijadikan bahan baku perabotan. 

Rotan muda ini biasanya disebut pakat. Merupakan salah satu makanan khas Mandailing. Untuk dapat mengkonsumsi pakat, rotan muda pilihan terlebih dahulu dibakar di atas tungku berisi bara api. Setelah dibakar selama 25-30 menit, kulit rotan dikupas lalu diambil isinya yang berwarna putih, kemudian dicuci dan dipotong sesuai selera.

Untuk memakannya pun bisa menggunakan sambal khusus yang sudah diracik oleh pedagang pakat, atau bisa juga dimasak bersama sayuran lainnya.  Biasanya penjual pakat lebih mudah ditemui saat bulan Ramadan.

Halaman12

Komentar

Loading...