Irfan Sebut PWI Aceh Jaya Take Off, Adnan NS: Calang Bagaikan Kota Tak Bertuan

Irfan Sebut PWI Aceh Jaya Take Off, Adnan NS: Calang Bagaikan Kota Tak Bertuan
Pelantikan pengurus PWI Aceh Jaya priode 2021 - 2024 oleh Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman | Foto : KBA.ONE

KBA.ONE, Aceh Jaya - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Jaya "Take Of" dari balai ditingkatkan menjadi PWI  Kabupaten, itu dikatakan Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, saat pelantikan pengurus baru PWI Aceh Jaya, Selasa 28 September 2021.

Dalam rangkaian kegiatan konferensi perdana PWI Aceh Jaya periode 2021 - 2024 di Aula Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPK), Bupati Aceh Jaya, Irfan TB merasa bahagia atas peningkatan status PWI balai menjadi PWI Kabupaten.

"Ini moment penting dan bersejarah sehingga peningkatan status itu akan mempererat kemitraan antara awak media di Aceh Jaya dengan pemerintah," kata Irfan TB.

Irfan di hadapan para Muspida Aceh Jaya seperti Kapolres, Dandim, Kajari, Unsur DPRK juga kepala badan dan kepala Bank Aceh Syariah mengaku siap mendukung fasilitas untuk kantor PWI di Calang dilokasi yang strategis agar bisa mengawal serta mendorong kemajuan Aceh Jaya, kata Irfan.

"Tentunya kami akan mendukung sepenuhnya sehinga organisasi wartawan tertua di Indonesia ini berjalan dengan baik di Kabupaten Aceh Jaya," harap Irfan. Iapun  dihadiahi tepuk tangan para peserta konferensi dan pelantikan pengurus PWI Aceh Jaya yang didominasi awak media anggota PWI, baik propinsi maupun beberapa kabupaten di Aceh.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman,  memberikan  apresiasi yang besar kepada pengurus balai PWI Aceh Jaya masa kepemimpinan Sa’dul Bahri yang telah meletakkan penguatan dasar organisasi, sehingga saat ini meningkat status dari balai menjadi PWI Kabupaten.

"Selamat untuk pengurus baru PWI Aceh Jaya dan terus tingkatkan profesional dan kemitraan dengan pemerintah setempat agar kelak terbangun sinergisitas dalam membangun Aceh Jaya yang lebih baik," kata Tarmilin Usman.

Dia juga mengingatkan bahwa wartawan dikantongi undang - undang juga kode etik sehingga patron tulisan tetap mengedepankan kode etik sehingga berita yang disajikan berimbang tidak ada yang dirugikan.

Hasil konferensi yang disepakati lewat musyawarah itu dipimpin  Iranda Novandi bersama unsur pengurus PWI Aceh, menetapkan Hendra Sayeung dari Harian Rakyat Aceh sebagai Ketua PWI Aceh Jaya periode 2021-2024. Sekretaris dijabat oleh Arif Hidayat (LKBN Antara), Bendahara  Suar Sri Herdi (AJNN), penasehat Sa'dul Bahri (Harian Serambi Indonesia).

Sedangkan untuk Pokja kepengurusan pada PWI Kabupaten Aceh Jaya, Bidang Organisasi, Hukum dan Advokasi, Muhtadi Khadafy (KBA.ONE) anggota Mahlil (seuramoe aceh),  Bidang Pendidikan dan Olahraga, Agus Liandi (beritamerdeka.net) anggota Aswar Dani (indonesiaglobal.net). Bidang Kesra, Musliadi (TVRI) anggota Samsuarni, (buana.news).Bidang Seni budaya dan Pariwisata, Al Muzzamil (Waspada Aceh).

Tokoh Pers Nasional, yang juga deklarator terbentuknya kabupaten Aceh Jaya, Adnan NS, putra kelahiran Krueng Sabee 1955, usai pelantikan pengurus PWI Aceh Jaya, mengaku prihatin atas banyaknya kantor pemerintah yang kupak-kapik, terkesan tak terurus dan terkesan kurang terawat.

"Banyak bangunan bocor, pagar tak karuan, tumpukan sampah berserakan di mana-mana, bagian atap hilang dan berterbangan. Tidak pernah disolek, apalagi dimake over, catnya tampak banyak pudar, rumput seperti jarang dipangkas. Persis bagaikan kota tak bertuan," ujar Adnan NS.

Rumput panjang, dalam hati saya bertanya apakah para pimpinan lembaga, instansi tidak memiliki inisiatif, tidak menyukai keindahan, kerapian, ketertiban? Tanya Adnan.

"Merawat aset pemerintah itu harus dijadikan budaya, sehingga semua kita harus merawat dan bukan perusak. Sebab susah sekali mendapatkan anggaran untuk membangun Aceh Jaya menjadi seperti saat ini," kata sang deklator yang juga mantan senator sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. ***

Anara

Komentar

Loading...