Irfan TB Pasarkan Kopi Robusta Brand Portugis Cafe

Irfan TB Pasarkan Kopi Robusta Brand Portugis Cafe
Penanda tanganan nota kesepahaman antara Balai Riset dan Standarisasi Industri Banda Aceh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Jaya - Dalam rangka mendukung visi Bupati Aceh Jaya, tahun 2017-2022 sesuai dengan misi kedua, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat menjadi suatu kewajiban dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten untuk mengklasifikasikan Produk Unggulan Daerah (PUD).

Maka, pihak dinas melaksanakan program itu dengan melakukan launching inovasi start up pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) binaan berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD) Kopi Robusta Lamno, sekaligus melaksanakan penanda tanganan nota kesepahaman antara Balai Riset dan Standarisasi Industri Banda Aceh, Kementerian Perindustrian, Senin 9 November 2020.

Kepala Disperindag Aceh Jaya, Abdullah, saat ditemui menyebutkan PUD itu merupakan suatu barang atau jasa yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu daerah yang mempunyai nilai ekonomis, dan daya saing tinggi serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar yang diproduksi berdasarkan pertimbangan kelayakan teknis (bahan baku dan pasar), talenta masyarakat dan kelembagaan (penguasaan teknologi, kemampuan sumberdaya manusia, dukungan infrastruktur, dan kondisi sosial budaya setempat) yang berkembang di lokasi tertentu, imbuhnya secara rinci, Rabu 11 Novmeber 2020.

Memperhatikan dokumen Kawasan Cepat Tumbuh (KSCT) yang telah disusun Kabupaten Aceh Jaya. Selain komoditi yang ada, Abdullah mengatakan memiliki tiga komoditi unggulan untuk nilam, kopi robusta, dan kelapa. Tingginya persaingan pasar serta tersedianya bahan baku sebagai dasar awal penilaian terhadap kebutuhan kegiatan yang dilaksanakan di Disperindag Kabupaten Aceh Jaya.

Mengingat selama kurun waktu berjalan, sejarah Aceh Jaya hanya sebagai pendistribusi bahan baku ke luar daerah bahkan ekspor.

Jadi, melihat hal tersebut, sehingga perlu adanya hilirisasi produk berbasis produk unggulan daerah yang disebut dengan PUD.

Dalam kegiatan itu, dikatakan Abdullah, di hadapan Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB, ia menyampaikan bahwa ketiga komoditi unggulan yang di start up usahanya di tahun 2020, merupakan binaaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, melalui Dipserindag.

Dalam kegiatan lalu, Bupati Teuku Irfan TB, melepas secara resmi ke pasaran Kopi Robusta Brand Portugis Caffee, yang sudah memiliki izin edar IRTP.

Selain itu, juga ada sirup kelapa, brand sirkel, yang diproduksi kelompok usaha baru di Gampong Rambong Payong, Kecamatan Teunom, sudah mendapatkan rekomendasi kelayakan rumah dan peralatan produksi.

"Insya Allah, awal tahun brand sirkel ini dapat kita lepas ke pasaran dengan aman melalui izin edar BPOM," ungkapnya.

Selain yang disebutkankan, ungkap Abdullah, ada juga parfum turunan nilam, brand minyeuk droe. Kemudian,
VCO (Virgin Coconut Oil) atau Minyak Kelapa Murni.

Sedangkan yang terakhir, yaitu minyak kelapa atau minyak goreng dan produk olahan ikan yang menjadi fokus dana bantuan khusus dalam pemberdayaan ekonomi terdampak Covid-19, Provinsi Aceh melalui dokumen anggaran Disperindag Kabupaten Aceh Jaya tahun 2020.

Lanjut Abdullah, untuk peralatan IKM minyak kelapa, terdiri tujuh kelompok dari Kecamatan Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, dan Kecamatan Darul Hikmah.

Sedangkan peralatan IKM Ikan Asin Laut, ada enam kelompok berasal dari Kecamatan Darul Hikmah, Kecamatan Sampoiniet, Kecamatan Indra Jaya, dan Kecamatan Jaya.

Sementara, untuk peralatan IKM ikan asin sungai, itu ada lima kelompok berasal dari Kecamatan Setia Bakti, Kecamatan Krueng Sabee, Kecamatan Panga, dan Kecamatan Teunom.

Sedangkan untuk peralatan bakso ikan, dikatakan Abdullah, ada dua kelompok, masing-masing berasal dari Kecamatan Krueng Sabee dan Kecamatan Panga. Untuk peralatan kerupuk ikan dan kerupuk kerang, itu ada dua kelompok, yaitu dari Kecamatan Panga dan Kecamatan Setia Bakti.

Sedangkan untuk peralatan pengolahan abon ikan tuna, kata Abdullah, ada dua kelompok. Masing-masing dari Kecamatan Sampoiniet.m, untuk peralatan tepung ikan, itu ada dua kelompok juga, dari Kecamatan Sampoiniet.

Alhamdulilah, hasil rangkaian kegiatan dilakukan Senin kemarin, kami merangkum dalam sebuah inovasi daerah dengan judul start up Pelaku Usaha IKM binaan berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD).

Dalam kesempatan itu, jupati juga telah menandatangai nota kesepahaman dengan balai riset dan standarisasi industri Banda Aceh-Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.

"Insya Allah akan kami tindak lanjuti dengan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua pihak," imbuhnya.

Informasi diterima, kata Abdullah, pihak baristan akan melaksanakan bimtek hilirisasi atsiri. "Insya Allah, kita siap bekerja sama," tutupnya.***

Komentar

Loading...