Irwandi Ditahan KPK, Mendagri Tunjuk Nova Plt Gubernur Aceh

Irwandi Ditahan KPK, Mendagri Tunjuk Nova Plt Gubernur Aceh
Surat Penugasan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Aceh dari Mendagri.

KBA.ONE, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menugaskan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh menyusul penahanan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesuai surat yang ditanda tangani Tjahjo Kumolo, bernomor 121.11/4352/SJ, penugasan Nova Iriansyah untuk mengisi kekosongan pemerintahan di Provinsi Aceh, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Penugasan sesuai ketentuan Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

"Pada ketentuan Pasal 65 ayat (3) menyatakan bahwa kepala daerah yang sedang menjalani tahanan dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya. Pada pasal 66 ayat (1) huruf c ditegaskan bahwa wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan," bunyi point 1 butir a dan b surat penugasan Nova Iriansyah.

Untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan daerah, Tjahyo Kumolo meminta Wakil Gubernur Aceh melaksanakan tugas dan wewenang selaku pelaksana tugas Gubernur Aceh dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Surat penugasan yang ditanda tangani 5 Juli 2018 tersebut juga ditembuskan kepada Presiden, Wakil Presiden Menteri Kordinator bidang Polhukam, Menteri Sekretaris Negara dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

KPK menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu 4 Juli 2018 malam. Irwandi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 1,5 miliar terkait pengalokasian dan penyaluran dana otonomi daerah khusus Aceh tahun anggaran 2018.

Terungkapnya kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Aceh Selasa malam, 3 Juli 2018. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai Rp 50 juta dan bukti transfer. Selain Irwandi Yusuf, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni 2 pihak swasta masing-masing Syaiful Bahri dan staf khusus Irwandi, Hendri Yuzal sebagai penerima suap dan Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai pemberi suap.

 

Komentar

Loading...