Irwandi Yusuf; Kembali Setelah Lima Tahun 'Menyepi'

Irwandi Yusuf; Kembali Setelah Lima Tahun 'Menyepi'
Irwandi Yusuf | Ilustrasi: Decky R Risakotta

Total, Irwandi tiga kali mencalonkan diri sebagai gubernur. Dua kali berhasil dan sekali gagal.

KBA.ONE - Irwandi Yusuf kini kembali, setelah lima tahun "menyepi" dari kursi Gubernur Aceh. Ia akan dilantik kembali sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022, pada 5 Juli 2017 di gedung DPR Aceh. Sebelumnya, di tempat yang sama ia pernah dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012.

Pria kelahiran Bireuen, 2 Agustus 1960, merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh. Dua tahun setelah lulus, dia menjadi dosen di fakultas tersebut hingga 2006. Sebelum mendalami ilmu kedokteran hewan, Irwandi menamatkan pendidikannya di Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree.

Pada 2003, Irwandi mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di College of Veterinary Medicine State University di Oregon, Amerika Serikat.

Selain menjadi akademisi, ia juga bergelut sebagai aktivis. Irwandi tercatat sebagai salah satu perintis berdirinya lembaga swadaya Flora dan Fauna Internasional. Ia pun pernah bekerja di Palang Merah Internasional.

Di tengah situasi Aceh yang dirundung konflik, Irwandi bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Saat diwawancarai Majalah Tempo, Irwandi mengaku sangat terpengaruh dengan buku Singa Aceh. Kisah kepahlawanan tokoh-tokoh Aceh di masa kerajaan itu membuatnya amat terpesona dan mendorongnya untuk masuk GAM.

Publik Aceh kemudian mulai mengenalnya sebagai salah satu pentolan GAM berpengaruh. Irwandi menjadi juru propaganda GAM dan dipercaya menduduki posisi Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM hingga tahun 2001.

Dua tahun kemudian, Irwandi ditangkap aparat keamanan dan divonis sembilan tahun dalam kasus makar. Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 melepaskan dirinya dari penjara Keudah di Banda Aceh. Irwandi pun keluar dari Aceh menuju Finlandia, kota di mana banyak petinggi GAM mencari suaka.

Setelah bencana itu dan sebelumnya, pemerintah Indonesia dan perwakilan GAM mulai mengupayakan perundingan-perundingan untuk mengakhiri konflik di Aceh. Ketika banyak orang mengira Irwandi menjadi korban tsunami, suami Darwati A Gani ini muncul dalam rapat pertama di Aceh Monitoring Mission pada 2005. Irwandi tampil sebagai koordinator Juru Runding GAM di Aceh.

Pada 15 Agustus 2005, GAM dan Pemerintah Indonesia berdamai mengakhiri konflik yang telah berlangsung 30 tahun lebih di Aceh. Setelah perdamaian diteken, GAM berubah haluan dan memilih berkonsentrasi pada politik lokal di Aceh.

Irwandi juga melakukan hal yang sama. Pada 2006, ia mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur Aceh bersama Muhammad Nazar, aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh atau SIRA. Saat itu, para mantan kombatan GAM tengah menyusun partai lokal baru yang di kemudian hari bernama Partai Aceh.

Karena partai belum terbentuk, Irwandi dan Nazar maju lewat jalur perseorangan dalam Pilkada. Pasangan ini menang dan dikukuhkan menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Aceh periode 2007 - 2012.

Setelah menjabat selama lima tahun, Irwandi kembali mencalonkan diri sebagai petahana, di Pilkada 2012. Lagi-lagi lewat jalur independen. Kali ini, ia dikalahkan oleh kandidat yang diusung Partai Aceh, Zaini Abdullah – Muzakir Manaf.

Kalah di Pilkada, Irwandi mendirikan partai politik yang diberi nama Partai Nanggroe Aceh. Partai ini didirikan bersama sejumlah mantan kombatan GAM yang masih loyal kepadanya. Saat itu, Irwandi menjabat sebagai ketua majelis pertimbangan partai. Kini, partai tersebut berubah nama menjadi Partai Nasional Aceh dengan Irwandi sebagai ketua umumnya.

Sementara di Pilkada 2017, Irwandi mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur Aceh. Kali ini, Irwandi dan pasangannya Nova Iriansyah maju lewat jalur partai politik. Partai-partai yang mengusung pasangan ini antara lain Partai Nasional Aceh (PNA), Partai Demokrat, PDIP, PKB, dan PDA.

Kali ini, keberuntungan berbalik. Irwandi meraih kemenangan Pilkada 2017, setelah meraih 898.710 suara. Perolehan itu sedikit lebih unggul dibandingkan suara kandidat yang diusung Partai Aceh Muzakir Manaf – TA Khalid, yang hanya mampu meraih 766.427 suara, dari total 2.414.801 suara sah.

Setelah 5 Juli 2017, Irwandi akan menjabat sebagai Gubernur Aceh untuk lima tahun ke depan. Di pundak pria yang getol menerbangkan pesawat terbang ini tersampir harapan masyarakat Aceh untuk membawa negeri ini menjadi lebih baik. Patut ditunggu apakah Irwandi mampu atau malah sebaliknya.

Komentar

Loading...