Izin Trayek Simpati Star Dievaluasi

Izin Trayek Simpati Star Dievaluasi
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Zulkarnain. Foto: KBA/Ulfah.

Pertemuan merekomendasikan revisi hasil uji petik terhadap kendaraan Sempati Star yang terlibat kecelakaan, dari awal 2017 sampai dengan awal 2018.

KBA.ONE, Banda Aceh - Pemerintah mengevaluasi izin delapan armada Sempati Star, termasuk membekukan izin operasional kendaraan yang terlibat kecelakaan. Rentetan kecelakaan yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi ini dinilai cukup mengkhawatirkan.

Kemarin sore, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memanggil manajemen Sempati Star, "kami ingin mendengar langsung dan membahas kecelakaan yang sering kali terjadi melibatkan armada yang dikelola oleh Sempati Star," kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh Zulkarnain.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Aceh di Banda Aceh dan dihadiri Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kepolisian Daerah Aceh dan anggota DPR Aceh. 

“Kami ingin mengetahui pasti, kesalahannya ada pada manajemen atau sistem yang diterapkan dalam perekrutan sopir, atau kelayakan bus dan operasi trayek," kata Zulkarnain. 

Dalam pertemuan itu, direkomendasikan sejumlah poin. Yakni mencabut sementara izin trayek 37 unit kendaraan. Membekukan izin bus yang terlibat kecelakaan dan melakukan penyimpangan izin serta memperketat izin jalan kendaraan. Termasuk tidak memberikan izin jalan kepada angkutan yang tidak memenuhi syarat administrasi serta teknis dan kelayakan, terhitung sejak 21 Januari 2018.

Pertemuan itu juga merekomendasikan revisi hasil uji petik terhadap kendaraan Sempati Star yang terlibat kecelakaan dari awal 2017 sampai dengan awal tahun 2018.

"Pertemuan itu juga merekomendasikan kepada Kementerian Perhubungan untuk memberlakukan sertifikasi khusus terhadap pengemudi bus. Ini adalah persyaratan pengemudi yang direkrut oleh perusahaan," kata Zulkarnain.

Dirjen Perhubungan Darat Buang Turasno mengatakan ada empat faktor yang menyebabkan kecelakaan. Pertama sopir yang tidak berpengalaman meski mengantongi SIM B1. "Karena umurnya masih muda, maka memiliki emosi yang tinggi. Ada juga faktor alam dan kondisi jalan dan faktor kendaraan itu sendiri," kata Buang.

Kontributor Ulfah

Komentar

Loading...