Jadi Kurir Sabu, Oknum Honorer Kejari Pidie Ditangkap BNNK Pidie

Oleh ,
Jadi Kurir Sabu, Oknum Honorer Kejari Pidie Ditangkap BNNK Pidie
Kepala BNNK Pidie, AKBP Soelaiman YS. | Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, menangkap oknum tenaga honorer Kantor Kejaksaaan Negeri Pidie, yang diduga menjadi kurir narkotika berinisial ND, 41 tahun, pada Minggu 17 Januari 2021 pagi, di Kecamatan Indrajaya.

Saat digeledah, petugas BNNK menemukan dua bungkus sabu-sabu yang terbungkus plastik bening seberat 52,24 rram. Barang bukti dan tersangka telah diserahkan ke pihak penegak hukum untuk proses lebih lanjut.

"Benar kita telah menangkap seorang oknum tenaga honorer di Kantor Kejari Pidie, sebagai kurir sabu di Kecamatan Indrajaya pada Minggu pagi 17 Januari 2021 sekitar pukul 07.30 WIB," sebut Kepala BNNK Pidie, AKBP Soelaiman YS, Selasa 19 Januari 2021.

Berdasarkan pemeriksaan, pria berinisial ND tersebut merupakan kurier yang diupah sekitar Rp1 juta, untuk mengantar sabu kepada seorang warga binaan berinisial AD, 43 tahun, di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sigli.

Kemudian, BNNK Pidie langsung berkoordinasi dengan pihak Rutan Sigli untuk memeriksa AD yang diduga sebagai pengedar.

"Setelah AD diperiksa, diketahui bahwa barang haram tersebut dipesannya dari seseorang yang berinisial J Mila untuk menyerahkan sabu tersebut kepada ND guna diantarkan ke dalam rutan," katanya.

Lanjutnya, sebenarnya sabu tersebut diantar pada hari ini (Selasa) kepada AD yang berada didalam Ratan Sigli. Namun keburu tertangkap pada Minggu pagi.

Soelaiman menyampaikan untuk pengembangan kasus tersebut, kemudian BNNK Pidie mencoba menelusuri keberadaan J Mila yang diperkirakan berada di Banda Aceh. Pihak BNNK Pidie kemudian berkoordinasi dengan BNN provinsi.

"Saat dilacak BNNK Pidie besama BNN provinsi, J Mila, tidak diketahui lagi keberadaannya, setelah handphonenya dinonaktifkan," jelasnya

J Mila sendiri, sebut Soelaiman adalah mantan warga binaaan kasus narkoba, dan berteman dengan baik dengan AD. J Mila kini masuk dalam daftar (red notice) atau daftar pencarian orang (DPO).***

Komentar

Loading...