Jadi Tersangka dan Ditahan, Kakek 73 Tahun Ajukan Praperadilan ke PN Banda Aceh

Jadi Tersangka dan Ditahan, Kakek 73 Tahun Ajukan Praperadilan ke PN Banda Aceh
Nourman dan Syahrul kuasa hukum Maimun Hasyem ajukan praperadilan | Foto: Ajnn.net

KBA.ONE, Banda Aceh - Kakek bernama Maimun Hasyem, 73 tahun, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin, 3 Mei 2021. Praperadilan itu terkait penetapan dirinya sebagai tersangka Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh atas dugaan tindak pidana perkawinan tanpa izin dan penelantaran keluarga.

Kuasa Hukum Pemohon, Nourman Hidayat, mengatakan bahwa gugatan praperadilan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran formil atas penetapan tersangka atas dugaan tindak pidana perkawinan tanpa izin dan penelantaran keluarga.

"Penetapan tersangka atas klien kami tidak sah, hal itu karena pelapor adalah istri siri dari tersangka," kata Nourman didampingi rekannya yang juga Kuasa Hukum Pemohon yakni Syahrul.

Menurut Nourman, ada dua hal yang paling krusial dan penting yang menjadi sorotan terkait laporan itu, pertama, legal standing pelapor yang tidak dapat dipenuhi oleh pelapor maupun penyidik dan kedua, alat bukti yang sah yang dijadikan dasar penetapan tersangka adalah data palsu.

"Semua data dalam dokumen akte nikah itu palsu atau sama sekali tidak identik dengan klien kami. Seperti nama ibu kandung, tahun lahir, status perkawinan, serta domisili klien kami dan orangtuanya yang diubah, tidak sesuai dengan aslinya," tutur Nourman.

Ia menjelaskan padahal kliennya tidak pernah mengurus administrasi apapun termasuk izin poligami sebagai syarat menikah lagi. Namun, buku nikah itu terbit oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara (Sumut).

Seharusnya, kata Nourman, penyidik berhati-hati dalam menetapkan tersangka. Terlebih lagi kuasa hukum sudah pernah melakukan klarifikasi dan kunjungan langsung ke KUA Kecamatan Binjai Timur untuk lakukan identifikasi dan klarifikasi dan hasilnya data tersebut memang data palsu.

"Kami pernah mengirimkan legal opinion kepada penyidik sebelum penetapan tersangka, agar menjadi perhatian khusus terkait legal standing pelapor dan data palsu, agar tidak salah menghukum orang," ujar Nourman.

Ia menyampaikan atas dasar itulah pihaknya mengajukan gugatan praperadilan terhadap Ditreksrimum Polda Aceh. Sebagai informasi, tersangka saat ini sudah ditahan selama 20 hari dan sudah di dalam masa perpanjangan penahanan 40 hari dan belum diberikan izin penangguhan penahanan, padahal usianya sudah 73 tahun dan menederita penyakit kronis sejak beberapa tahun lalu.

Komentar

Loading...