Jalan “Ummi Malaya” Mengejar Sarjana di Usia 55 Tahun

Jalan “Ummi Malaya” Mengejar Sarjana di Usia 55 Tahun
Ummi Malaya. | KBA. ONE: Icha

Dia benar-benar bekerja keras untuk belajar. Jika sehat badan dan pikiran, target ummi, usia 65 sudah selesai S3.

KBA. ONE, Banda Aceh – Sore itu, seorang wanita yang sudah tidak muda lagi, menapaki satu demi satu anak tangga menuju lantai tiga. Dia menuju sebuah ruangan kelas di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN-AR), Banda Aceh.

Langkahnya cepat, sigap, dan tetap enerjik. Tak sedikitpun mencerminkan bahwa wanita itu sudah berusia 55 tahun. Dialah Norizan Binti Razali asal Selangor, Malaysia, mahasiswi S1 (Strata-1) di universitas tersebut. Wanita ini, walau telah menjadi ibu dari enam orang anak, semangatnya tetap membaja menempuh pendidikan di negeri orang.

Di usianya yang setengah abad, dia tercatat sebagai mahasiswi semester-2 pada Jurusan Ilmu Hukum Keluarga di Fakultas Syariah, UIN AR. Tentu saja, Norizan menjadi mahasiswi tertua di kampusnya saat ini. 

Ummi Malaya di ruang kuliah UIN AR Banda Aceh.  | KBA.ONE: icha. 

Norizan, atau biasa disapa Ummi Malaya, memiliki semangat tinggi dan motivasi yang kuat untuk melanjutkan studinya. Dia benar-benar bekerja keras untuk belajar.

Terbukti, semangatnya itu telah menghasilkan perolehan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 pada semester satu. Sebuah pencapaian nilai yang tergolong cukup tinggi.

Mengapa dia menetapkan Aceh menjadi pilihannya untuk mengejar gelar sarjana? Menurut Ummi Malaya, Aceh satu-satunya provinsi yang menerapkan Syariat Islam. Apa yang dia lihat, kehidupan masyarakat di “Tanah Rencong” ini dirasa lebih tenteram dan lebih aman, dibanding tempat lain.

Apalagi Ummi Malaya harus tinggal cukup lama untuk menjalani hari-harinya demi gelar S1. Aceh bahkan, menurutnya, memiliki bahasa dan budaya yang hampir sama dengan kehidupannya di Malaysia. Sehingga menjadi mudah baginya untuk mencerna semua materi kuliah.

“Dari awal Ummi memang dianjurkan untuk melanjutkan S1 di sini (UIN-AR). Ummi tidak pikir panjang lagi. Tanggung jawab Ummi di Malaysia pun sudah selesai, anak anak sudah kuliah di sana. Sijil (ijazah) di sini diakui di Malaysia, jadi kalau lanjut S2 di Malaysia nanti tidak sulit,” kata ummi Malaya saat dijumpai KBA.ONE seusai kuliah, Senin 18 Maret 2019.

Dahulu Umni mempunyai cita-cita ingin kuliah kedokteran di Amerika. Namun harapan itu kandas saat nilai ujian akhir SMA-nya anjlok. Akhirnya dia memilih untuk bekerja saja.

Seiring perjalanan waktu bekerja, Ummi Malaya memutuskan untuk menikah. Impian itu pun harus dia kubur dan fokus mengurus rumah tangga.

Kini, tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dianggap sudah selesai. Begitu juga tugasnya sebagai istri, juga sudah usai. Dia merasa waktu luangnya cukup untuk kembali melanjutkan impian yang lama terpendam. Sambutan anak-anak Ummi pun cukup memotivasi untuk menuntut ilmu kembali.

“Bila sudah mendapatkan S1 ini, Ummi juga punya cita-cita untuk melangkah ke S2 dan seterusnya. Isya Allah, jika sehat badan dan pikiran, target ummi, usia 65 sudah selesai S3,” cerita wanita bekerudung merah itu.

Dia memilih mengambil jurusan hukum keluarga di Fakultas Syariah karena, menurutnya, syariah keluaraga adalah hal yang dijalaninya dalam kehidupan sehari-hari . Jadi mudah baginya untuk memahami.

Dia juga ingin menunjukan pada cucu-cucunya kelak bahwa usia bukan penghalang untuk seseorang menuntut ilmu dan mencapai cita-cita. “Nanti Ummi juga mau taruk ijazah di rumah, mau nampakkan pada cucu, hasil kuliah ummi dulu,” kata ummi Malaya sambal tersenyum sumringah. (***)

Komentar

Loading...