Jalani Vaksinasi Covid-19, Shabela: Vaksin Ini Aman dan Halal

Jalani Vaksinasi Covid-19, Shabela: Vaksin Ini Aman dan Halal
Bupati Aceh Tengah melambaikan tangan saat divaksin Covid-19. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar akhirnya menerima suntik vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Senin 15 Februari 2021.

Sebelumnya, 10 Februari 2021, ia sempat gagal disuntik lantaran terbentur dengan kondisi kesehatan. Dari hasil screening, kadar gula Bupati Aceh Tengah 208 mg/dL, dari standar laboratorium medik 200 mg/dL, dan tensi 158 mmHg dari standar fisik diagnostik 120/80 mmHg. Kadar itu tidak sesuai dengan syarat kesehatan.

"Kami sangat berharap waktu itu dapat disuntik, tapi mereka tidak mengizinkan, saya minta jadwal ulang untuk disuntik dan hari ini sudah diperbolehkan" kata Bupati Shabela.

Tensi darah bupati berada di angka 130, sedangkan gula 180 dan telah memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi. "Allhamdulillah sesuai dengan standar kesehatan, aman dan halal sampai saat ini masih aman, saya tidak rasakan apa apa," ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat Aceh Tengah untuk ikut serta menyukseskan program vaksinasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Dimanapun kami tetap suarakan untuk ikut divaksin, jangan terhasut dengan isu-isu tidak benar, vaksin ini aman dan halal," harap Shabela mengajak masyarakat.

Secara terpisah, Direktur Utama RSUD Datu Beru Takengon, dr Hardianis, mengatakan Bupati Aceh Tengah kembali dijadwal akan menerima vaksin awal Maret 2021.

"Jika umur di atas 60 tahun antara vaksin pertama dan vaksin kedua selang waktu 28 hari, jika umur 60 tahun ke bawah waktunya berselang 14 hari, ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk vaksinasi," kata Hardi.

"Sebelumnya bupati gagal disuntiik, namun keinginanya sangat kuat untuk divaksin. Hari ini sudah mantap, karena kondisi kesehatannya sudah normal," timpalnya.

Jika waktu itu langsung disuntik, kata dia, khawatir akan terjadi komplikasi dan berimplikasi pada isu aneh yang beredar di media sosial tentang vaksin.

"Jika tensi tinggi, takut terjadi komplikasi, akibatnya seperti struk. Ini semua harus kita jaga, supaya tidak beredar isu yang macam-macam, makanya ada protap tersendiri," jelas Hardianis.

Sampai hari ini, tenaga kersehatan telah dilakukan vaksin kurang lebih 900 orang, pihak rumah sakit belum menemukan adanya efek samping setelah disuntik. Total vaksin yang diterima untuk Aceh Tengah sebanyak 2.545 dosis untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes) baik di Dinas Kesehatan maupun di puskesmas.

"Target kita, hari ini nakes sudah selesai disuntik, selanjutnya giliran TNI/Polri," tutup Hardianis.

Pantauan KBA.ONE di lokasi, selain Bupati Aceh tengah, Plt Sekda, Asisten dan kepala dinas turut ikut serta menerima vaksin termasuk ajudan dan Kepala Bagian Humas.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...