Jalur Rempah, Rute Dagang yang Menyimpan Solusi Masalah Masa Kini

Jalur Rempah, Rute Dagang yang Menyimpan Solusi Masalah Masa Kini
Beberapa js rempah. | Foto: Nationalgeographic.grid.id

JALUR REMPAH bisa dibilang merupakan jembatan perdagangan tanaman-tanaman eksotis ke masyarakat dunia. Di masa lalu saja, bumbu menjadi benda mewah bagi masyarakat Timur Tengah yang keberadaannya bisa dilacak pada mumi firaun di Mesir.

Spesialis Program Budaya UNESCO, Moe Chiba mengungkap, bahwa jalur rempah juga bisa disebut sebagai jalur sutera maritim memiliki dampak pemahaman budaya dan politik. 

"Di jalur rempah ada beragam umat manusia—utamanya orang Austronesia—yang secara lintas waktu dalam situasi geografis berkembang melintasi lautan untuk bertukar budaya dari Samudera Pasifik dan Hindia," terangnya di webinar Youth International Forum on Spice Route - Public Talks 2 yang diadakan Negeri Rempah Foundation, Senin 5 April 2021.

"Kalian pasti pernah dengar bila Borobudur dan Angkor Wat punya hubungan kesamaan dalam gaya aristektur. Itu berkat dari jalur ini. Jadi jalur ini bukan hanya soal rempah dan periode datang dan pergi ke kawasan itu."

Walau interaksi budaya dan politik ada di masa lalu, jalur ini bisa dimanfaatkan di dunia modern seperti hari ini untuk menyelesaikan masalah-masalah mancanegara.

Ia memberi gambaran kasus seperti masalah Laut Tiongkok Selatan yang dirundung konflik antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara akibat sengketa perbatasan laut. Penyelesaian sengketa itu bisa dimulai dari penjagaan warisan sejarah yang tenggelam di sana yang juga bagian dari jalur rempah.

Lewat studi yang melibatkan negara-negara sekitar, dipercaya dapat membuka diskusi kerjasama untuk memabahas sengketa itu lewat bukti-bukti yang ada.

"Penjagaan ini tentunya butuh biaya untuk membayar untuk mencegah dampak [buruk], dan kerusakan peninggalan," Chiba berpendapat. "UNESCO bisa berperan di situ. Bukan sebagai eksploitasi yang banyak dipertanyakan sebagai trafficking heritage untuk komersial. Tetapi untuk para ilmuwan bisa mengkajinya."

Halaman12

Komentar

Loading...