Jaminan Asuransi Lahan Pertanian di Aceh Utara Terdaftar Hanya 2 Persen

Jaminan Asuransi Lahan Pertanian di Aceh Utara Terdaftar Hanya 2 Persen
Plt Kadis DPP, Erwandi | Foto : KBA.ONE, Try Vanny


KBA.ONE, Aceh Utara - Sebagian besar lahan petani di Aceh Utara, masih enggan untuk didaftarkan pada pihak asuransi. Padahal, apabila mengalami gagal panen akibat bencana alam atau beberapa faktor lainnya, pihak petani bisa memperoleh ganti rugi.


Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Aceh Utara, Erwandi yang mengakui pemahaman petani terkait asuransi masih sangat minim. Namun saat ini, dari 38.417 hektare lahan sawah di Aceh Utara hanya 700 hektare yang memiliki asuransi.


"Kalau dipersentasekan, hanya dua persen yang masuk asuransi. Itu terdiri dari 13 kelompok tani. Mereka ada yang beralasan asuransi yang digunakan itu belum syariah, jadi ke depan kita terus mendorong Pemerintah Aceh untuk gagaskan asuransi yang berbasis syariah," kata Erwandi melalui telepon, Minggu 20 Desember 2020.


Sambungnya, untuk bergabung ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebenarnya cukup mudah. Para petani cukup melaporkan pada pihak Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan. Lahan yang didaftarkan juga harus memiliki irigasi, jika tadah hujan maka pihak asuransi tidak akan menerima permintaan pendaftaran.

“Sekali panen petani cukup membayar Rp36 ribu setiap hektar sawah yang diasuransikan, antinya nanti para petani mendapat ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar, dan akan diberikan jika petani mengalami gagal panen atau bencana alam seperti beberapa waktu lalu,” ungkapnya. 

Komentar

Loading...