Jejak Orang-orang Uighur di Barat Tiongkok

Jejak Orang-orang Uighur di Barat Tiongkok
Anak-anak Uighur sedang bermain | Dailymail

Bangsa Uighur menempati wilayah tersebut lebih dari 2.000 tahun lamanya. Beberapa peneliti menyebut, Uighur merupakan penduduk asli Xinjiang sebelum masa dinasti penguasa China atau pun negara Republik Rakyat China terbentuk.

KBA.ONE, China - Suku Uighur menyedot perhatian dunia setelah menyeruak kabar soal perlakukan diskrminatif dari Pemerintah China. China disebut melakukan pelanggaran HAM kepada orang Uighur. Mulai dari pembatasan kebebasan beragama terhadap etnis Uighur yang beragama Islam, hingga pemaksaan asimilasi budaya.

Menurut Human Rights Watch, orang Uighur didoktrin mencintai partai komunis dan menanggalkan keislaman mereka. Mereka dipaksa menghafal lagu-lagu partai komunis--partai yang dominan di China--dan menyanjung Presiden Xi Jinping secara berlebihan. Jika tidak, mereka akan mendapatkan hukuman fisik maupun mental. Akibat laporan itu, China menuai kecaman dari seluruh dunia.

Terlepas dari itu, etnis tersebut menyimpan beberapa fakta unik. Uighur atau Uygur--bahkan ada yang menuliskannya Uigur, salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Orang Uighur masih keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah. Selain di China, populasi suku ini juga tersebar di Kazakhstan, Kyrgystan, dan Uzbekistan.

Selain Uighur, di China ada juga suku Hui yang menjadi suku utama pemeluk Islam di Tiongkok. Namun, ada perbedaan budaya dan gaya hidup yang kentara di antara kedua suku ini.

Berbeda dengan warga China pada umumnya yang berbicara bahasa Mandarin, warga Uighur memiliki bahasa lokal Uighur yang masih satu famili dengan bahasa Turki. Bahasa lokal Uighur itu berakar dari bahasa Turki kuno yang hidup di kawasan Asia Tengah. Tepatnya dari kelompok bahasa Chagatay.

Para sejarawan Tiongkok berpendapat dulu etnis Uighur menggunakan bahasa Huihu dan Tujue yang menjadi bahasa antarbangsa di wilayah tersebut selama berabad-abad. Bahasa Huihu dipakai di kerajaan-kerajaan seperti Tujue, Kara, Huihu, Dinasti Liao Barat, Ke-Khan-an Jinzhang, Ke-Khan-an Chagatay, dan Kekaisaran Timur. Bahasa inilah yang kemudian berkembang menjadi bahasa Uighur seperti sekarang.

Pada abad ke-10, kosakata Arab dan Persia mulai memasuki bahasa tersebut. Hal ini menjadikan bahasa Uighur lebih kaya kosakata.

Dari data yang dikeluarkan Asosiasi Uighur di Amerika, jumlah orang Uighur di China mencapai 15 juta. Suku Uighur berdomisili dan terpusat di daerah otonomi Xinjiang, yang terletak di barat Tiongkok. Dalam bahasa Mandarin, Xinjiang berarti daerah baru.

Warga Uighur | Dailymail

Xinjiang berbatasan dengan daerah otonomi Tibet di selatan dan Provinsi Qinghai serta Gansu di tenggara. Wilayah ini juga berbatasan dengan Mongolia di timur, Rusia di utara, serta Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Afganistan, dan Kashmir di barat. Xinjiang mencakup sebagian besar wilayah Aksai Chin, yang diklaim India sebagai bagian dari Negara Bagian Jammu dan Kashmir.

Menurut sejarah, bangsa Uighur menempati wilayah tersebut lebih dari 2.000 tahun lamanya. Beberapa peneliti menyebut, Uighur merupakan penduduk asli Xinjiang sebelum masa dinasti penguasa China atau pun negara Republik Rakyat China terbentuk.

Wilayah Xinjiang baru tunduk pada ekspedisi militer Dinasti Qin pada 1750. Selama berabad-abad mereka hidup mandiri tanpa tunduk pada kekuasaan manapun. Ketika perang dunia pecah, warga Xinjiang berusaha bergabung dengan Soviet. Upaya itu tak membuahkan hasil. Pada 1949, China berhasil memaksa orang Uighur bertahan dalam wilayah kedaulatan mereka.

Sejak itu, China melabelkan orang Uighur sebagai "pemberontak". Ditambah lagi, kebijakan ekonomi China yang mengutamakan etnis Han kian memperburuk suasana.

Politikus dan sejarawan Uighur, Muhemmed Imin Bughra, dalam bukunya A History of East Turkestan, menuliskan bahwa bangsanya keturunan Turki. Orang Uighur memang tidak memiliki ciri fisik layaknya orang China kebanyakan. Mereka lebih mirip orang Eropa Kaukasus dengan badan besar dan tegap. Selain itu, warna matanya biru dan kulitnya lebih terang.

Keturunan dari etnis Uighur juga dikenal memiliki paras yang cantik dan rupawan. Salah satu wanita keturunan Uighur, Diralba Dimurat, bahkan diberikan predikat sebagai wanita tercantik se-Asia. Aktris wanita itu dinobatkan sebagai wanita tercantik se-Asia menurut I-Magazine pada 2017.

Komentar

Loading...