Jejak Wisata Alam dan Sejarah di Aceh Jaya

Jejak Wisata Alam dan Sejarah di Aceh Jaya
Panorama alam Aceh Jaya | KBA.ONE/Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya - Sebagai kabupaten pemekaran dari Aceh Barat, Aceh Jaya memiliki banyak destinasi wisata yang dapat diandalkan. "Sayangnya, beberapa lokasi wisata kurang terpublikasikan," ujar M. Nasir, 28 tahun, warga Aceh Jaya, Jumat, 9 November 2018.

Adanya lokasi-lokasi wisata tersebut, seharusnya meningkatkan pemasukan daerah. Paling tidak untuk warga desa sekitar lokasi. Apalagi, jarak tempuh ke Aceh Jaya dari Banda Aceh cuma dua jam berkendara. "Pemerintah harus jeli melihat peluang ini," ujar pemerhati wisata dan sejarah di Aceh Jaya tersebut.

Nasir mencontohkan lokasi konservasi penyu di Kecamatan Panga. Mungkin saja, kata dia, orang beranggapan tempat itu tidak begitu penting. Padahal, dengan adanya tempat tersebut, sudah banyak tukik penyu yang terselamatkan dan berkembang biak.

Selain itu, ada wisata bahari di Pasi Saka Babah Nipah, Desa Jeumpeheuk, Kecamatan Sampoiniet. Warna pasirnya putih seperti gula. Ada juga Lhok Geulumpang yang menyuguhkan keindahan Samudera Hindia. Lalu di Samudera Hindia tersebut juga ada Pulau Reusam. "Keindahan panorama di Gunung Geurutee, air terjun dan arung jeram di wilayah Kecamatan Teunom, tempat konservasi gajah di Ulu Masen. Banyak tempat-tempat lainnya yang bisa dikunjungi," ujarnya.

Dulu, kata Nasir, saat Aceh Jaya belum menjadi kabupaten, wilayah itu juga sering menjadi tempat tujuan wisata sejarah. Di sana pernah ada replika Kapal Hoc Canton dan benteng yang dibangun pahlawan nasional Teuku Umar. Saat tsunami datang, kapal itu hilang jejak.

Kapal Hoc Canton, kata Nasir, merupakan kapal asing yang terdampar di Laut Rigaih. Kapal ini kemudian diserbu Teuku Umar bersama 40 pejuang Aceh lewat taktik tipu muslihat yang dirancangnya. Semua isi kapal disita termasuk dua meriam, enam bedil model snider, lima pistol, serta uang tunai lima ribu dolar.

Sebelum penyerbuan Hoc Canton, di perairan Teunom juga terjadi cerita yang hampir sama. Sebuah kapal uap bernama SS Nicero yang berbendera Inggris terdampar dan semua awaknya ditawan oleh Raja Teunom. Kisah kedua kapal ini bisa dilihat di buku Aceh Sepanjang Abad karangan Mohammad Said.

Nasir menilai cerita-cerita itu menjadi salah satu pemikat wisata sejarah tentang perjuangan masa lampau yang terjadi di Aceh Jaya. "Sehingga generasi penerus dapat mengetahui cerita sejarah itu, dan banyak cerita sejarah lain yang harus sama-sama kita telusuri," ujar Nasir.

Nasir berharap, destinasi-destinasi wisata itu dikelola sebaik mungkin menjadi andalan meningkatkan ekonomi masyarakat. "Sehingga pariwisata Aceh Jaya dapat dikenal baik secara lokal, nasional, bahkan mancanegara. Belanda dan Inggris saja mempunyai jejak sejarah yang luar biasa di kabupaten ini, termasuk keturunan si mata biru di Lamno."

Komentar

Loading...