Joe Biden Jadi Presiden Amerika, Ini 8 Fakta Pemilu AS dalam Angka

Joe Biden Jadi Presiden Amerika, Ini 8 Fakta Pemilu AS dalam Angka
Joe Biden menggendong cucunya saat selebrasi kemenangan pada Pemilu 2020 di hadapan para pendukungnya, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. | REUTERS

Dalam rentang 24 jam, Twitter memberikan 6 peringatan kepada Donald Trump agar tidak memberikan pernyataan atau klaim yang menyesatkan soal Pemilu AS. Alhasil, tweet Donald Trump tidak tampil secara publik.

KBA.ONE, Jakarta - Pemilu AS 2020 berakhir dengan Joe Biden muncul sebagai pemenang. Ia menjadi Presiden Amerika Terpilih didampingi Kamala Harris sebagai Wakil Presiden Terpilih. Adapun Joe Biden akan dicatat sebagai Presiden Amerika Ke-46 di usia 78 tahun sementara Kamala Harris akan dicatat sebagai Wakil Presiden Amerika perempuan pertama.

Hal spesial pada Pemilu AS tidak terbatas pada dua hal itu saja. Jika dicek lebih jauh, ada berbagai catatan dan capaian unik dalam Pemilu AS kali ini. Berikut beberapa di antaranya yang dikumpulkan Tempo:

1. 65 Juta Surat
Virus Corona (COVID-19) mengubah jalannya Pemilu AS tahun ini. Agar warga tidak membludak di tempat pemungutan suara, mereka dianjurkan mengirimkan pilihan mereka via pos. Hasilnya, 65 juta pemilih menggunakan mekanisme tersebut.

Dampak dari pilihan itu, Pemilu AS berlangsung menegangkan. Presiden Amerika Terpilih Joe Biden sempat diprediksi tertinggal dari Donald Trump. Namun, begitu surat-surat suara dari pos itu masuk, ia memnalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang.

Warga merayakan kemenangan Joe Biden - Kamala Harris dalam Pemilu AS di Harrisburg, Pennsylvania, AS, 7 November 2020. | REUTERS/Leah Millis

2. 4 Juta Suara Populer
Selama 4 hari, warga Amerika memantau siapa yang akan mengumpulkan suara elektoral terbanyak, Joe Biden atau Donald Trump. Karena surat suara yang telat masuk, Joe Biden baru dipastikan sebagai pemenang di akhir pekan ini.

Andai Pemilu AS dilihat dari suara populer, Joe Biden akan keluar sebagai pemenang lebih mudah. Ia mengumpulkan 4 juta suara lebih banyak dibandingkan Donald Trump. Adapun total suara yang ia kumpulkan adalah 74,8 juta, memecahkan rekor Barack Obama (69,4 juta).

3. 58 Persen Suara Pria untuk Trump
Inkumben Donald Trump masih populer di kalangan pemilih pria kulit putih. Menurut laporan Edison Resarch, 58 persen pria kulit puith yang mengikuti pemilu memilih untuk mendukung Donald Trump. Namun, angka itu 4 persen lebih rendah dibanding pemilu sebelumnya.

Ekspresi Presiden AS Donald Trump saat akan berbicara tentang hasil pemilihan presiden AS 2020 di Gedung Putih, Washington, AS, 5 November 2020. Joe Biden akan dipastikan resmi menjadi presiden AS jika telah meraih 270 suara elektoral. | REUTERS/Carlos Barria

4. 11 Presiden 1 Periode
Inkumben Donald Trump menambah jumlah mantan Presiden Amerika yang hanya mampu bekerja selama satu periode. Donald Trump menjadi orang kesebelas. Sebelum ia, mantan Presiden Amerika satu periode lainnya adalah George H. Bush atau ayah dari mantan Presiden Amerika George W. Bush.

5. 6 Kali Diperingatkan Twitter
Dalam rentang 24 jam, Twitter memberikan 6 peringatan kepada Donald Trump agar tidak memberikan pernyataan atau klaim yang menyesatkan soal Pemilu AS. Alhasil, tweet Donald Trump tidak tampil secara publik. Pemicunya tentu kemenangan Joe Biden di Pemilu AS.

Ketika Joe Biden dinyatakan sebagai Presiden Amerika Terpilih, inkumben Donald Trump jelas tidak terima. Seperti biasa, via Twitter, ia mencurahkan seluruh kekesalan dan tuduhan-tuduhannya, termasuk dugaan kecurangan dalam penghitungan suara.

6. 48 Pria, 1 Perempuan

Seperti dikatakan di atas, Kamala Harris menjadi perempuan pertama yang berhasil mencapai posisi Wakil Presiden Amerika. Sebelum dia, 48 Wakl Presiden Amerika pendahulunya adalah pria semua. Bahkan, semuanya adalah pria kulit putih.

7.Georgia 1992
Untuk pertama kalinya dalam 18 tahun Partai Demokrat menang di Georgia. Di sana, Joe Biden memimpin Donald Trump dengan keunggulan tipis, 49,5 persen melawan 49,3 persen. Terakhir kali figur Demokrat berjaya di sana, itu di zaman Bill Clinton pada Pemilu AS 1992.

8.Arizona 1996
Selain di Georgia, Joe Biden juga membawa Demokrat ke kemenangan pertamanya di Arizona. Di sana, Joe Biden unggul dari Donald Trump dengan perolehan suara 49,6 persen melawan 48,9 persen. Adapun terakhir figur Demokrat menang di Arizona adalah di tahun 1996, lagi-lagi masa Bill Clinton.

ISTMAN MP | REUTERS

Komentar

Loading...