JPU Kembali Tolak Eksepsi Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Jual Emas tak Sesuai Kadar  

JPU Kembali Tolak Eksepsi Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Jual Emas tak Sesuai Kadar  
Muhammad Teguh Pribadi, Kuasa Hukum bersama terdakwa S. | Foto : Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmadani kembali menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa kasus penjualan emas tidak sesuai kadar. Hal itu disampaikan usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu Rabu 3 November 2021.

Kuasa Hukum S, Muhammad Teguh Pribadi, menyampaikan yang saat ini dibantah oleh pihaknya adalah tentang surat dakwaan yang diduga adanya cacat hukum.

"Tetapi majelis hakim mengambil putusan sela melanjutkan ke pokok perkara. Dalam arti kata ke pokok perkara itu akan masuk ke tahap pembuktian baik saksi, surat, dan semua bukti-bukti yang kita miliki untuk kita adu dipersidangan," ungkapnya.

Jadi, itu nanti dilanjutkan minggu depan, mungkin dihadiri langsung oleh Ketua Advokasi dan Hukum, Pengacara Razman Arif Nasution dari Jakarta.

Sementara itu, Kuasa Hukum S lainnya, Andi Candra, mengatakan dalam hal ini tidak melakukan persiapan khusus. Namun, meminta kepada awak media untuk memfollow up laporan pengaduan dari pihaknya terhadap JPU, Rahmadani karena terhadap penyidik ini pihak Polda Aceh telah mengambil tindakan tegas dan menanggapi pengaduannya.

"Jadi mohon untuk teman-teman media agar mempertanyakan kembali pengaduannya sudah sejauh mana karena hingga sekarang belum ada tindak lanjut," pintanya.

Karena itu, pihaknya menduga bahwa oknum tersebut mengundang kliennya untuk mengiming-imingi jangan menggunakan jasa pengacara. "Itu kan sudah merendahkan profesi advokat," tambahnya.

Menurutnya, seharusnya sebagai penegak hukum saling menghargai prosedur hukum yang ada. "Biar lah terdakwa ini menggunakan haknya untuk didampingi penasihat hukum," katanya.

Hakim Ketua, Nani Sukmawati, meminta kepada JPU agar dapat menghadirkan saksi pada 9 November 2021 pukul 14.00 WIB. "Kami ini sudah berkesimpulan karena perkara kita agak terlambat, jadi nanti hari Selasa dan Kamis. Seminggu dua kali. Kalau memang tidak siap di hari Selasa, kita ke hari Kamis," sebutnya.

"Saudara sebagai terdakwa kami tahan sebagai tahanan rumah. Saudara tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh di luar rumah, kecuali pada hari yang kami sebutkan tadi," tutupnya.* | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...