'JROH', Putra Pidie Nakhodai OJK Aceh

'JROH', Putra Pidie Nakhodai OJK Aceh
Yusri, kepala OJK Aceh | Foto: Ist

JROH, dalam bahasa Inggris artinya The Best, merangkup perilaku terbaik, produksi terbaik, dan terbaik untuk semua hal. "Siapapun rekan atau partner kita termasuk dalam kategori JROH," kata Yusri santai.

KBA.ONE, Banda Aceh - Pria berbaju batik ijo toska, sepatu pantofel, mengenakan frame kacamata minus bulat kekinian cambridge lennon,  tampak berdiri gagah di mulut pintu salah satu ruangan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh. Senyumnya terus mengembang ketika ia menyapa satu persatu wartawan yang datang sembari memberi salam khas ala Covid-19.

Pria itu bernama Yusri, Kepala OJK Aceh yang baru. Dia sudah dua pekan menggantikan posisi Aulia Fadli, kepala OJK lama. Fadli mendapat job baru. Dipromosi ke OJK Wilayah Jawa Barat, Bandung.

Yusri adalah pria kelahiran Pidie, Aceh. Pada acara Coffee Morning bertemakan "JROH, Jejaring OJK Aceh" di kantor OJK Aceh, di Banda Aceh, Rabu, 11 November 2020, itu ia menyempatkan diri berbagi pengalaman hingga akhirnya menjadi Kepala OJK di tanah kelahirannya.

Didampingi Kepala Bagian Pengawasan LJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh Adhi Surahmat, Yusri membuka cerita bagaimana hingga acara itu mengambil tema "JROH, Jejaring OJK Aceh". Selain mudah dipahami, katanya, juga memiliki makna yang luar biasa. Jika menggunakan akronim tertentu justru akan menyulitkan pembaca saat mengeja.

JROH, dalam bahasa Inggris artinya The Best, merangkup perilaku terbaik, produksi terbaik, dan terbaik untuk semua hal. "Siapapun rekan atau partner kita termasuk dalam kategori JROH," kata Yusri santai.

Acara ramah tamah itu bertambah seru didengar ketika Yusri menceritakan bahwa ia merupakan lulusan sarjana Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Setelah selesai kuliah, Yusri pernah bekerja di Bank Danamon selama tiga tahun, kemudian di Bank Indonesia (BI) delapan tahun dan terakhir dipindahkan ke OJK sejak 1 Januari 2014. "Setelah itu karir saya step by step meningkat, berkat doa dan kerja keras," tambahnya.

Sebelum ke Aceh, Yusri pernah menjadi Kepala OJK di Batam pada 2017. Kemudian Kepala OJK Bengkulu pada 2019-Oktober 2020 setelah sebelumnya sempat di bidang koordinasi Pemerintah Daerah di Bandung. Dan pada November 2020, pria yang sudah merantau sejak kelas 6 Sekolah Dasar (SD), ini kembali dipercaya memimpin OJK di tanah kelahiran.

"Sekarang ditunjuk sebagai pimpinan OJK Aceh, pulang ke Aceh bukan hal baru karena saya berasal dari Aceh," cerita Yusri.

Ada hal menarik ketika dia pindah tugas ke Aceh, yaitu menangani sistem keuangan yang bersifat Syariah, sedangkan sebelumnya konvensional. Ini menjadi tantangan tersendiri dan memiliki tanggung jawab lebih besar dari sebelumnya.  "Jadi, saya harus bekerja keras lagi untuk mencari informasi-informasi baru," kata Yusri bersemangat.

Yusri berharap adanya sinergitas dari semua pihak terkait apapun kebijakan yang diterapkan OJK Aceh. "Termasuk dengan teman-teman wartawan," harap Yusri mengakhiri. ***

Komentar

Loading...