Kafe Bernuansa Belanda di Binjai Utara

Kafe Bernuansa Belanda di Binjai Utara
Taman Bunga di Kafe Keboen| Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda, karena seolah masuk ke negeri Belanda. Taman bunga terbentang luas di sana, dengan kincir angin di penghujung jalan utama nya. Bangunan unik terbuat dari bambu yang dipadukan dengan kaca, mencuri perhatian m

KBA.ONE, Medan – Pertumbuhan kafe di Sumatera Utara memang tidak pernah ada habisnya. Para pebisnis kuliner kini tak hanya menawarkan nikmatnya cita rasa makanan, namun juga saling beradu konsep yang menarik dan unik agar bisa mendatangkan banyak pelanggan.

Misalnya seperti di Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Terdapat sebuah kafe yang dibernama Kafe Keboen. Berjarak sekitar 23 Km dari kota Medan, dengan jarak tempuh sekitar 30-35 menit. Pada 17 Agustus 2021 lalu, puluhan sepeda motor dan belasan mobil memadati area parkir Kafe Keboen. Bahkan sebagian pengunjung harus diarahkan untuk parkir dipinggir jalan.

Area Kebun Bunga | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

“Udah penuh bang, yang di dalam aja antri,” kata salah seorang juru parkir.  Setelah melawati pintu masuk, mungkin terkesan seperti kafe biasa pada umumnya, dengan kasir dan kitchen di sebelah kiri, serta area makan di sebelah kanan dengan nuansa serba kayu dan bambu. 

Namun setelah melewati area ini, pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda, karena seolah masuk ke negeri Belanda. Taman bunga terbentang luas di sana, dengan kincir angin di penghujung jalan utama nya. Bangunan unik terbuat dari bambu yang dipadukan dengan kaca, mencuri perhatian mata dan semakin menambah estetika. 

Arsitektur Unik di Kafe Keboen  Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Disekitar area taman bunga juga terdapat area makan outdoor, duduk ala lesehan, beralaskan rumput sintetis. Dan beberapa area makan indoor lainnya di sisi kiri kincir angin. Kafe Keboen juga menyediakan fasilitas musala, jadi tak perlu khawatir tertinggal salat, karena bisa beribadah sambil berwisata. Toilet nya juga bersih tersedia untuk pria dan wanita.

Soal cita rasa makanan cukup enak di lidah, Kafe Keboen menjual aneka cemilan seperti kentang goreng, hingga makanan berat. Harganya mulai dari Rp10.000 sampai dengan Rp40.000 . KBA.ONE memesan jus alpukat dan kuini seharga Rp13.000 dan Mie Goreng seharga Rp18.000. Harga yang cukup murah dibandingkan dengan kafe sejenis yang ada di sekitarnya.

Sayangnya, pelayanan di tempat ini sangat lamban. Pengunjung harus menunggu hingga satu jam lebih untuk menyantap makanan pesanan nya. Saat dikonfirmasi via pesan langsung di akun instagram @kafe_keboen, pihak kafe mengakui adanya kesalahan teknis di hari tersebut. Mereka juga tidak menyangka pengunjung yang datang bisa membludak di hari kemerdekaan itu. 

Sehingga jumlah pekerja yang ada kewalahan menghadapi pengunjung yang datang. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan nya, kedepan akan kami perbaiki, baik dari jumlah karyawan, maupun secara sistem, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar admin Instagram @kafe_keboen kepada KBA.ONE.

Kincir Angin dan Taman Bunga Ala Belanda | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Meskipun begitu, suasana di kafe ini seolah menutupi segala kekurangannya. Karena pengunjung bebas masuk tanpa dipungut biaya dan bisa berkeliling ke semua sudut Kafe Keboen. Kini tak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Belanda, karena kincir angin dan taman bunga sudah ada di Binjai Utara.

Anara

Komentar

Loading...