Kalapas Bantah Adanya Kamar Mewah di Lapas IIA Lhokseumawe

Kalapas Bantah Adanya Kamar Mewah di Lapas IIA Lhokseumawe
Kalapas IIA Lhokseumawe, Nawawi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Lhokseumawe - Maraknya beredar video kamar mewah di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Kepala Lapas (Kalapas) Nawawi buka suara dan membantah keberadaan ruangan khusus yang dikabarkan untuk narapidana berkantong tebal.

"Itu video lama sekitar 2018 atau 2019 lalu," katanya saat mengundang wartawan ke Lapas Lhokseumawe, Senin 22 Februari 2021.

Nawawi menampik adanya bisnis penginapan, dan tidak ada sel tahanan yang disulap menjadi kamar mewah. Semua narapidana diperlakukan dengan aturan yang sama, baik untuk napi tindak pidana umum, tindak pidana khusus, dan napi narkotika.

"Saya tegaskan tidak sel tahanan yang disulap menjadi menjadi kamar mewah, apalagi dengan memberi ataupun membeli dengan sejumlah uang dengan harga tinggi untuk para napi elit," katanya.

Pada video yang beredar, terlihat ruang bimbingan kerja (bimker) memiliki ranjang tidur, dilengkapi dengan televisi, rice cooker, dispenser, kipas angin serta AC. Namun, menurut Nawawi, semua kamar hunian dilengkapi dengan kipas angin, dispenser dan televisi karena mendapat hibah dari Wali Kota Lhokseumawe.

"Ruangan di dalam video itu, sejak 2019 sudah kita kosongkan dan tidak ada lagi napi yang menempati kamar dimaksud," kata Nawawi.

Sambungnya, seluruh barang hibah tersebut diberikan sebelum dirinya bertugas di Lhokseumawe, karena jumlah napi yang sudah overload dan suasana yang panas karena berdesakan dalam kamar. Seharusnya kapasitas lapas diisi oleh 150 orang, namun kenyataannya terisi oleh 571 tahanan.

"Selama saya bertugas sebagai Kalapas Lhokseumawe, tidak pernah ada pungutan liar dalam bentuk apapun, apalagi untuk mendapatkan kamar napi harus membayar mulai Rp30 juta hingga Rp50 juta. Itu fitnah besar, tidak pernah ada yang demikian itu," ujarnya. *

Komentar

Loading...