Kantor Pertanahan Pidie Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas Eksternal

Kantor Pertanahan Pidie Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas Eksternal
Penandatanganan pakta integritas di Kantor Pertanahan Pidie. | Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Kantor Pertanahan kabupaten Pidie lakukan penandatanganan pakta integritas dalam rangka pencanangan eksternal zona integritas agar seluruh jajaran di Kantor Pertanahan Pidie terbebas dari korupsi, dan memiliki birokrasi bersih serta selalu melayani masyarakat.

Pembacaan pakta integritas langsung dibaca oleh kepala Pertanahan Pidie, Saiful Azhari serta diikuti oleh seluruh jajaran staf dan pegawai kantor pertanahan Pidie, pada acara pencanangan penandatangan pakta integritas eksternal di halaman kantor Pertanahan Pidie, Kamis 10 September 2020.

Kakanwil Kantor Pertanahan Aceh, Agus Tyarsyah, dalam sambutannya mengatakan bahwa penandatangan pakta integritas di kantor pertanahan telah dilakukan hampir seluruh Aceh, hanya sekitar enam kabupaten lagi yang belum tuntas, namun dalam waktu dekat diyakinkan sudah selesai dilakukan keseluruh Aceh.

"Itu artinya tidak lagi pelayanan lemah dan adanya korupsi serta birokrasi yang lambat," ujar Agus Tyarsyah.

Agus juga menjelaskan, bahwa Kantor Pertanahan Nasional telah menyiapkan aplikasi pelayanan masyarakat dengan nama "Sentuh Tanahku" sehingga aplikasi ini bisa mempersingkat birokrasi dalam pengurusan sertifikat tanah.

"Dengan aplikasi ini, masyarakat hanya datang dua kali saja, pertama antar berkas dan kedua ambil sertifikat, sebab dengan aplikasi ini kita bisa kontrol sejauh mana proses sertifikat yang sedang di urus," kata Agus.

Sementara, Bupati Pidie, Roni Ahmad atau sering dipanggil Abusyik, menyambut baik atas penandatanganan pakta ingritas eksternal agar terjalin optimalisasi dalam pelayanan pertanahan di kabupaten Pidie.

Abusyik berharap, semangat bebas dari korupsi serta birokrasi yang bersih juga pelayanan yang baik dilingkungan kantor Pertanahan Pidie harus terealisir agar tumbuh saling percaya dalam masyarakat.

Abusyik juga mengingatkan bahwa di Pidie masih ada bandit - bandit tanah berstatus Hak Guna Usaha atau HGU yang harus segera diatasi kebenarannya, jika memang tidak digarap harus kembali kepada negara.

"Menurut saya masih ada bandit - bandit HGU yang betkuasa di Pidie dan harus segera diperjelas," kata Abusyik.

Hadir dalam penandatanganan pakta integritas di kantor Pertanahan Pidie turut hadir dan ikut menandatangani kesepakatan pakta integritas adalah Kakanwil Pertanahan Aceh bersama Agus Tyarsyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Kabupaten Pidie, seperti Bupati Pidie Roni Ahmad, Kapolres Pidie, Kajari Pidie, Kodim Pidie, keterwakilan DPRK, Kepala Pengadilan Pidie, Mahkamah Syariah, perwakilan Ombusrman Aceh, Taqwaddin serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh juga seluruh jaringan karyawan karyawati BPN Pidie dan mitra kerjanya seperti Notariat juga Camat diwilayah kabupaten Pidie.***

Komentar

Loading...